SUBANG, TINTAHIJAU.COM- Banjir yang melanda wilayah Pantura Kabupaten Subang terus meluas akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan hulu dan hilir sejak Senin malam.
Luapan air merendam sejumlah permukiman warga, terutama di Kecamatan Ciasem, Pamanukan, Legonkulon, dan Pusakanagara.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, BR, S.IP, turun langsung ke lokasi terdampak banjir di Kecamatan Legonkulon, Selasa (27/1/2026).
Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Subang.
Peninjauan ini merupakan hari keempat Bupati melakukan pemantauan lapangan sejak banjir mulai terjadi. Kunjungan diawali dengan meninjau dapur umum yang berlokasi di Aula Kecamatan Legonkulon, sebagai pusat distribusi logistik bagi warga terdampak.
Selanjutnya, Bupati yang akrab disapa Kang Rey menyalurkan bantuan ke sejumlah titik genangan, di antaranya Kampung Kepuh, Desa Legonkulon RT 03 RW 02, serta Desa Bobos RT 09 RW 03. Ia juga meninjau posko penyaluran bantuan di Kecamatan Pusakanagara.
Di tengah genangan air, Kang Rey menyapa warga dan memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau. Ia menginstruksikan BPBD bersama jajaran kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi banjir susulan masih terbuka.
“Saya ingin memastikan langsung kondisi warga. Jangan sampai ada yang sakit dan tidak tertangani,” ujar Kang Rey di sela peninjauan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air di sejumlah lokasi berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter. Genangan disebabkan luapan Sungai Cigadung, sementara Sungai Cipunagara juga dalam status waspada karena debit air terus meningkat.
Pemerintah daerah, kata Kang Rey, telah menginstruksikan pendirian dapur umum di setiap desa terdampak guna menjamin ketersediaan makanan bagi warga yang aktivitasnya lumpuh akibat banjir.
Selain penanganan darurat, Kang Rey menyoroti kondisi tanggul Kali Cipunagara di wilayah Karangmulya yang dinilai rawan jebol. Ia meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera melakukan penanganan melalui pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sebagai langkah mitigasi jangka pendek.
“Kita tidak ingin banjir susulan terjadi karena tanggul tidak kuat menahan debit air,” tegasnya.
Kepada masyarakat, Kang Rey menyampaikan keprihatinan atas musibah yang terjadi dan meminta warga tetap bersabar. Ia memastikan distribusi logistik dilakukan langsung ke masyarakat melalui aparat desa dan pengurus RT.
Pemerintah Kabupaten Subang, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk terus melakukan upaya penanganan darurat, pemulihan pascabanjir, serta memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi secara maksimal.





