KARAWANG, TINTAHIJAU.com – Upaya penyelamatan seekor macan tutul yang diduga menjadi korban penembakan pemburu liar di kawasan Hutan Sanggabuana, Kabupaten Karawang, masih terus dilakukan. Satwa dilindungi tersebut sebelumnya terekam kamera jebak dalam kondisi kaki depan terluka dan berjalan pincang.
Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Ery, mengatakan tim gabungan telah melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kemunculan macan tutul itu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi satwa sekaligus mengupayakan evakuasi secepat mungkin.
“Tim penanganan macan tutul Gunung Sanggabuana sudah bergerak sejak titik lokasi kamera trap. Kami berupaya agar satwa tersebut bisa segera ditemukan dan ditangani,” ujar Ery, Kamis (28/1/2026).
Tim evakuasi melibatkan sejumlah unsur, mulai dari personel Menlatpur TNI AD, Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), hingga Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Jawa Barat yang mencakup Bidang Wilayah II, SKW IV, dan RKW XIV. Pencarian direncanakan berlangsung selama tiga hari, sejak 26 hingga 28 Januari 2026.
Pada hari pertama pencarian, Senin (26/1), tim mulai menyisir lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan fokus pada titik koordinat kamera trap. Area jelajah mencapai radius sekitar 2,5 kilometer di ketinggian kurang lebih 400 meter di atas permukaan laut.
Meski belum berhasil menemukan macan tutul tersebut, tim menemukan sejumlah indikasi keberadaan satwa berupa jejak kaki dan bekas kaisan di sekitar lokasi. Untuk memperkuat pemantauan, tim SCF juga memasang kamera trap tambahan di beberapa titik strategis sebelum kembali ke basecamp pada sore hari untuk evaluasi.
Pencarian pada hari kedua, Selasa (27/1), sempat terkendala faktor cuaca. Hujan deras yang turun sejak siang hari membuat jalur menjadi licin dan berisiko karena medan berada di punggungan serta tepi jurang. Kendati demikian, proses penyisiran tetap berlangsung dengan aman, meski hingga siang hari satwa yang dicari belum berhasil ditemukan.
Ery menegaskan, upaya pencarian masih terus dilanjutkan guna memastikan kondisi kesehatan macan tutul tersebut. Ia menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam melindungi dan menyelamatkan satwa liar dilindungi di kawasan Hutan Sanggabuana.
“Pencarian ini adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistemnya,” tutup Ery.
Sumber: detikJabar





