KARAWANG, TINTAHIJAU.com — Suasana dini hari di Perumahan Dinas Peruri, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, mendadak berubah menjadi arena tragedi keluarga. Seorang pelajar SMA tega melukai ayah kandungnya sendiri menggunakan pisau dapur saat korban tengah terlelap tidur, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengungkapkan bahwa korban berinisial RA mengalami luka serius akibat serangan mendadak tersebut. Tusukan mengenai bagian belakang leher serta sejumlah anggota tubuh lainnya, hingga menyebabkan korban bersimbah darah.
“Korban ditusuk secara tiba-tiba saat sedang tidur. Luka cukup parah terutama di area leher belakang,” ujar Wildan kepada wartawan di Mapolres Karawang, Rabu malam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, aksi nekat remaja tersebut diduga dipicu kondisi psikologis yang tidak stabil. Pelaku disebut terbangun dari tidurnya setelah mengalami mimpi buruk yang melibatkan ayah dan ibunya, lalu diliputi ketakutan mendalam.
“Pelaku merasa mimpi itu akan menjadi kenyataan. Dalam kondisi emosi dan ketakutan, ia mengambil pisau dapur dan mendatangi kamar korban,” jelas Wildan.
Dalam kondisi kamar yang gelap, pelaku diduga menusukkan pisau secara membabi buta. Senjata tajam itu mengenai bagian bawah telinga hingga merobek leher belakang korban. Meski terluka parah, korban masih sempat keluar kamar sambil berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya terjatuh di depan rumah.
Teriakan korban mengundang perhatian warga sekitar. Mereka segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Primaya untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, pelaku diamankan warga dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan menyita barang bukti berupa sebilah pisau dapur serta pakaian korban yang berlumuran darah.
“Pelaku dan barang bukti telah kami amankan,” kata Wildan.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penerapan pasal hukum yang akan dikenakan. Korban belum dapat dimintai keterangan lantaran masih menjalani perawatan medis intensif.
“Proses hukum masih berjalan. Pelaku tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Wildan.
Lebih lanjut, penyidik mengungkap dugaan motif lain di balik tragedi ini. Pelaku disebut menyimpan dendam lama terhadap ayahnya yang diduga kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap ibu serta anak-anaknya.
“Motif sementara mengarah pada rasa sakit hati yang telah lama dipendam akibat dugaan KDRT dalam keluarga,” pungkas Wildan.





