Teknologi

Riset Ungkap AI Generatif Lampaui Kreativitas Manusia Rata-rata

×

Riset Ungkap AI Generatif Lampaui Kreativitas Manusia Rata-rata

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AI | Foto: Freepik

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Sejumlah penelitian sebelumnya menyoroti dampak penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang berlebihan, mulai dari meningkatnya ketergantungan pada teknologi hingga berkurangnya rangsangan fungsi kognitif manusia. Namun, temuan terbaru menunjukkan sisi lain perkembangan AI, khususnya dalam ranah kreativitas.

Studi yang dilakukan Université de Montréal mengungkapkan bahwa AI generatif kini mampu melampaui tingkat kreativitas manusia pada level rata-rata dalam sejumlah pengujian tertentu. Penelitian ini melibatkan lebih dari 100.000 peserta dan membandingkan kinerja manusia dengan berbagai model AI generatif modern, seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini.

Dalam pengujian Divergent Association Task (DAT), yang dirancang untuk mengukur kemampuan menghasilkan ide-ide orisinal dan beragam, sejumlah model AI menunjukkan performa kuat. Bahkan, beberapa model, termasuk GPT-4, tercatat tidak hanya menyamai, tetapi juga melampaui skor kreativitas rata-rata manusia.

Meski demikian, riset ini menegaskan bahwa keunggulan AI masih terbatas pada kreativitas dasar. Manusia dengan tingkat kreativitas tinggi tetap berada di posisi teratas. Individu yang masuk dalam 10 persen paling kreatif menunjukkan kemampuan jauh lebih unggul dalam tugas-tugas yang lebih kompleks dan bernuansa, seperti menulis puisi, menyusun alur film, serta menciptakan cerita pendek.

Pengujian tambahan, seperti penulisan haiku, perumusan ringkasan plot, dan penulisan cerita pendek, memperlihatkan pola serupa. AI mampu menyaingi kreativitas manusia rata-rata, tetapi belum sanggup menandingi kreativitas tingkat tinggi yang umumnya dimiliki individu berbakat.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports ini disebut sebagai perbandingan terbesar hingga saat ini antara kreativitas manusia dan AI generatif modern. Hasil penelitian tersebut menegaskan bahwa kreativitas puncak masih menjadi ciri khas manusia, meskipun AI terus menunjukkan kemajuan signifikan.