SUBANG, TINTAHIJAU.com – Khutbah Jumat adalah momen penting untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan penuh tantangan, nasihat agama sangat dibutuhkan agar hati tetap hidup dan iman tetap terjaga.
Tema khutbah kali ini mengajak kita untuk kembali memperkuat iman serta lebih waspada terhadap berbagai godaan yang dapat menjauhkan kita dari Allah SWT.
Khutbah Pertama
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi kita nikmat iman, Islam, serta kesehatan sehingga kita bisa menunaikan salat Jumat hari ini.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Saya berwasiat kepada diri saya dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa.
Karena hanya dengan takwa, hidup kita akan selamat di dunia dan akhirat.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita hidup di zaman yang penuh kemudahan, tetapi juga penuh godaan.
Informasi begitu mudah diakses, hiburan ada di genggaman, namun di sisi lain, maksiat pun semakin dekat dan terasa biasa.
Jika iman tidak dijaga, hati bisa menjadi keras dan lalai dari mengingat Allah.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18).
Ayat ini mengingatkan kita agar tidak terlena dengan dunia. Dunia hanyalah tempat singgah, sedangkan akhirat adalah tujuan utama.
Rasulullah SAW juga bersabda bahwa iman itu bisa bertambah dan berkurang. Bertambah dengan ketaatan, berkurang karena maksiat. Maka, menjaga iman harus dilakukan setiap hari.
Beberapa cara menjaga iman di tengah godaan zaman:
- Menjaga salat lima waktu
Salat adalah tiang agama. Jika salat terjaga, insyaAllah yang lain ikut terjaga. - Memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an
Hati yang sering mengingat Allah akan menjadi tenang dan kuat menghadapi godaan. - Memilih pergaulan yang baik
Teman yang saleh akan mengingatkan kita kepada Allah, bukan menjauhkan dari-Nya. - Bijak menggunakan teknologi
Gunakan media sosial untuk hal yang bermanfaat, bukan untuk hal yang melalaikan atau mendatangkan dosa.
Jamaah sekalian, jangan sampai kita tampak hidup, tetapi hati kita mati. Hati yang hidup adalah hati yang selalu merasa diawasi Allah.
A’udzu billahi minasy syaithanir rajim. Bismillahirrahmanirrahim.
Inna akramakum ‘indallahi atqakum – Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang istiqamah dalam iman.
Barakallahu li walakum fil Qur’anil ‘azhim…
Khutbah Kedua
Alhamdulillahi wahdah, wash-shalatu was-salamu ‘ala man la nabiya ba’dah.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Mari kita perbanyak istighfar dan taubat kepada Allah.
Tidak ada manusia yang luput dari dosa, tetapi sebaik-baik orang berdosa adalah yang mau bertaubat.
Perbanyak doa agar iman kita diteguhkan. Nabi pun sering berdoa:
“Ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik.”
(Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu.)
Semoga keluarga kita dijaga, anak-anak kita menjadi generasi saleh, dan kita diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.
Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.
Sesungguhnya Allah memerintahkan keadilan, kebaikan, dan melarang perbuatan keji dan munkar. Ingatlah Allah, niscaya Allah mengingat kalian.
Aqimis shalah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.





