SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Pondok Pesantren Darussalam Kasomalang menggelar pelatihan jurnalistik bagi para santri di lingkungan pesantren yang berlokasi di Jl. Irian No. 20, Desa Kasomalang Wetan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.
Pelatihan ini mengusung tema “Inkasi (Inspirasi, Kreasi, dan Aksi): Jurnalistik Santri untuk Perkembangan Generasi Islami”, sebagai upaya membekali santri dengan kemampuan jurnalistik sekaligus penguatan karakter di era digital.
Materi pelatihan meliputi kode etik jurnalistik, teknik reportase, serta latihan penulisan berita, yang dikemas secara aplikatif dan kontekstual dengan dunia santri.
Koordinator kegiatan, Ust. Fakhri Husaini, S.Pd., M.H, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membentuk tim jurnalistik santri PPD yang profesional. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan santri tentang dunia jurnalistik dan teknik pidato, serta menumbuhkan karakter percaya diri dalam menulis dan berbicara di depan umum.
“Pelatihan ini kami rancang sebagai bekal santri agar mampu mengolah informasi secara benar, menyampaikannya dengan etika, serta tampil percaya diri sebagai juru bicara pesantren di ruang publik,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang media, yakni Agus Eko Muchamad Solihin, CEO Tiradar sekaligus Pemimpin Redaksi PR Subang, serta Annas Nashrullah, CEO TINTAHIJAU.com.
Dalam pemaparannya, Annas Nashrullah menjelaskan tentang perkembangan media dan kewartawanan di era digital, serta pentingnya peran santri dalam mengisi ruang digital dengan konten positif dan edukatif. Ia juga memberikan pembekalan teknis seputar reportase lapangan dan penulisan berita.
Sementara itu, Agus Eko Muchamad Solihin menekankan pentingnya kode etik jurnalistik sebagai landasan utama kerja jurnalistik, sekaligus mengingatkan santri tentang potensi risiko dan ancaman Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jika informasi disampaikan tanpa kehati-hatian.
Secara umum, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan santri dalam mengolah informasi, menulis secara komunikatif, serta berbicara di depan umum dengan baik dan beretika. Manfaat jangka panjangnya diharapkan mampu mendukung eksistensi pesantren melalui media publikasi yang positif, menumbuhkan kepercayaan diri santri, serta mencetak kader dakwah dan pemimpin muda yang mampu menyampaikan pesan Islam secara cerdas, santun, dan inspiratif di tengah masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan tampak interaktif dan penuh antusias, dengan santri aktif berdiskusi, bertanya, serta mengikuti sesi praktik penulisan berita.





