BANDUNGm TINTAHIJAU.com — Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban longsor di Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali dilanjutkan pada Selasa (3/2/2026) pagi. Tim SAR Gabungan berupaya memaksimalkan pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsor.
Direktur Operasi SAR Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo, mengatakan seluruh unsur yang terlibat akan mengoptimalkan proses pencarian dan evakuasi. Ia berharap kondisi cuaca di wilayah Cisarua mendukung agar kegiatan di lapangan dapat berjalan maksimal.
“Kami berharap semoga hari ini cuaca mendukung sehingga tim dapat memaksimalkan pencarian dan mengevakuasi sebanyak mungkin korban yang diduga masih dalam pencarian,” ujar Bramantyo dalam keterangan tertulisnya.
Dalam operasi lanjutan ini, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran di tiga sektor pencarian, yakni sektor A, B, dan C. Pencarian difokuskan pada titik-titik yang sebelumnya telah ditandai dan diduga sebagai lokasi keberadaan korban.
“Tim kembali akan menyisir titik-titik yang sudah ditandai sebagai posisi yang diduga korban. Pencarian tetap dilaksanakan di tiga sektor, A, B, dan C,” ungkap Bramantyo.
Hingga hari ke-10 operasi SAR, petugas telah menemukan sebanyak 83 body pack. Dari jumlah tersebut, 61 korban telah berhasil diidentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Sebagian sudah teridentifikasi dan sebagian lainnya masih dalam proses identifikasi oleh pihak DVI,” tuturnya.
Meski jumlah temuan body pack telah melampaui estimasi awal jumlah korban yang dicari, operasi SAR tetap dilanjutkan. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil koordinasi antara Tim SAR Gabungan, Incident Commander (IC), dan tim DVI, guna memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi secara menyeluruh.
Sumber: detikJabar





