SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Rekaman video yang menampilkan ketegangan antara pedagang asongan dodol Garut dan petugas keamanan di Rest Area KM 102 A Tol Cipali, wilayah Kalijati, Kabupaten Subang, beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut terlihat seorang petugas datang menggunakan mobil Toyota Agya putih. Salah satu petugas turun dari kendaraan sambil membawa senjata laras panjang. Adu argumen sempat terjadi ketika petugas berupaya membawa pedagang masuk ke kendaraan, sementara pedagang menolak hingga barang dagangannya tampak berserakan.
Pengelola Tol Cipali memastikan peristiwa itu memang terjadi di salah satu rest area di Kabupaten Subang.
Corporate Communications & Sustainability Management Dept Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, menyampaikan bahwa kejadian bermula saat petugas Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) melakukan patroli rutin pada Rabu, 4 Februari 2026 sekitar pukul 14.10 WIB.

“Dalam patroli tersebut, petugas mendapati pedagang asongan yang menyeberang di KM 102. Aktivitas berjualan maupun menyeberang di ruas tol berisiko tinggi bagi keselamatan pedagang dan pengguna jalan, serta tidak diperkenankan sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Ardam dalam keterangannya.
Ia menegaskan, tindakan pengamanan yang dilakukan petugas bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban di ruas Tol Cipali.
“Seluruh proses penanganan berjalan kondusif sesuai prosedur dan tidak terdapat tindakan kekerasan fisik,” katanya.
Menurut Ardam, sebelumnya petugas telah melakukan pendekatan persuasif melalui teguran lisan maupun tertulis secara berkala, namun aktivitas serupa masih berulang. Karena itu, pihaknya menggelar pertemuan dengan kelompok pedagang pada Kamis, 5 Februari 2026 di Gerbang Tol Kalijati KM 98.
“Dalam pertemuan tersebut, para pedagang mengakui aktivitas mereka membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain, serta menyatakan komitmen untuk tidak mengulangi kegiatan berjualan di area tol,” ucapnya.
Astra Tol Cipali, lanjut Ardam, berkomitmen menjaga keamanan dan keselamatan seluruh pengguna jalan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap kegiatan pengamanan dan penertiban di lingkungan jalan tol.





