Ragam

Laba Naik 25 Persen, Perumda Tirta Rangga Subang Targetkan PAD Rp2,11 Miliar di 2026

×

Laba Naik 25 Persen, Perumda Tirta Rangga Subang Targetkan PAD Rp2,11 Miliar di 2026

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Kinerja keuangan Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Perusahaan daerah sektor air minum itu membukukan realisasi laba setelah pajak sebesar Rp4,26 miliar, meningkat dari Rp3,27 miliar pada 2024 atau tumbuh sekitar 25 persen.


Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang, Lukman Nurhakim, menyebut peningkatan laba didorong optimalisasi pendapatan usaha serta pengendalian beban operasional yang lebih efisien. Pendapatan perusahaan masih ditopang penjualan air dan pendapatan non-air yang relatif stabil sepanjang tahun.


“Kinerja 2025 menunjukkan kondisi perusahaan yang sehat dan terus membaik. Efisiensi biaya serta optimalisasi pendapatan menjadi faktor utama peningkatan laba,” ujar Lukman.


Dari sisi kontribusi fiskal daerah, Perumda Tirta Rangga Subang juga mencatat kenaikan setoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada 2024 kontribusi PAD tercatat Rp1,71 miliar dan meningkat menjadi Rp1,80 miliar pada 2025. Untuk 2026, perusahaan menargetkan kontribusi PAD mencapai Rp2,11 miliar sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), meski mempertimbangkan potensi penurunan konsumsi dari sektor industri.


Hingga akhir 2025, jumlah pelanggan tercatat 50.727 sambungan. Basis pelanggan tersebut menjadi ruang pertumbuhan bagi kinerja usaha, sekaligus dasar ekspansi layanan pada tahun berjalan.


Memasuki 2026, perusahaan menyiapkan sejumlah langkah ekspansi dan efisiensi, antara lain penggantian 3.000 water meter tidak aktif guna meningkatkan akurasi pencatatan konsumsi serta optimalisasi pendapatan. Perumda juga menargetkan penambahan 2.202 sambungan rumah baru untuk memperluas cakupan layanan air minum.


Di sisi belanja modal, Perumda Tirta Rangga Subang mengusulkan program penguatan sistem penyediaan air minum melalui pendanaan APBN dengan nilai sekitar Rp6,7 miliar. Investasi ini diarahkan pada peningkatan kapasitas layanan serta penguatan infrastruktur operasional.


Selain bisnis inti, perusahaan juga menyiapkan diversifikasi usaha melalui rencana kerja sama distribusi pemasaran air minum dalam kemasan (AMDK) bersama BUMD sebagai strategi peningkatan pendapatan non-air.


Menurut Lukman, kombinasi efisiensi operasional, ekspansi pelanggan, dan diversifikasi usaha menjadi kunci menjaga kinerja berkelanjutan.

“Kami optimistis target 2026 dapat tercapai dengan tetap menjaga kualitas layanan dan kontribusi terhadap perekonomian daerah,” katanya.