Entertainmen

Munggahan di Ponpes Al-Mizan Jatiwangi Majalengka, Pasha Ungu Serukan Sambut Ramadhan dengan Hati Bersih

×

Munggahan di Ponpes Al-Mizan Jatiwangi Majalengka, Pasha Ungu Serukan Sambut Ramadhan dengan Hati Bersih

Sebarkan artikel ini

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.COM – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Kamis (12/2), saat ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti gelaran “Marhaban Ya Ramadhan.”

Kegiatan ini menjadi penanda kuat bahwa bulan suci tinggal menghitung hari—membawa harapan baru, panggilan taubat, serta semangat mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

Kehadiran vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo atau yang akrab disapa Pasha Ungu, menjadi magnet tersendiri. Figur publik yang juga menjabat anggota Komisi VIII DPR RI itu tidak sekadar tampil menghibur, tetapi menghadirkan pesan spiritual melalui lantunan lagu-lagu religi yang sarat makna tobat, cinta Ilahi, dan kerinduan pada Ramadhan.

Di tengah rintik hujan yang mengguyur kawasan pesantren sejak pagi, para santri, tokoh masyarakat, hingga jamaah umum tetap bertahan. Lantunan shalawat yang menggema dari ribuan suara menghadirkan suasana syahdu—seolah menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang kebersamaan dan penyucian hati.

“Ramadhan adalah momentum meningkatkan keimanan, memperkuat kepedulian sosial, dan mempererat ukhuwah. Saya mengapresiasi Ponpes Al-Mizan yang terus menghadirkan dakwah menyejukkan serta merangkul semua kalangan. Semoga kebersamaan ini mengingatkan kita menyambut Ramadhan dengan hati bersih dan semangat berbagi,” ujar Pasha di hadapan jamaah.

Pengasuh Ponpes Al-Mizan, KH Maman Imanulhaq, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pesantren menghadirkan wajah Islam yang ramah, membumi, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar pergantian waktu ibadah, melainkan ruang pembaruan spiritual yang harus disambut dengan kegembiraan sekaligus kesadaran sosial.

“Ramadhan adalah bulan penyucian diri dan penguatan ukhuwah. Pesantren harus hadir bukan hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga ruang kebersamaan umat. Melalui seni, shalawat, dan kebersamaan, kami ingin menghadirkan Islam yang sejuk dan menyatukan,” tuturnya.

Momentum “Marhaban Ya Ramadhan” ini juga menjadi ruang silaturahmi lintas generasi—mempertemukan santri, pemuda, tokoh masyarakat, hingga keluarga besar pesantren dalam satu ikatan spiritual. Hujan yang turun justru menambah kekhidmatan, menghadirkan suasana reflektif menjelang datangnya bulan penuh ampunan.

Di penghujung acara, doa bersama dipanjatkan agar masyarakat diberi kesempatan bertemu Ramadhan dalam keadaan sehat, lapang rezeki, serta hati yang bersih dari dendam dan kebencian. Pesan moral yang mengemuka jelas: Ramadhan adalah tentang kembali—kembali kepada Tuhan, kembali kepada kepedulian sosial, dan kembali merawat persaudaraan.

Melalui kegiatan ini, Ponpes Al-Mizan Jatiwangi menegaskan komitmennya menghadirkan dakwah yang menyejukkan sekaligus membangun kesadaran kolektif umat untuk menyongsong Ramadhan dengan iman yang diperbarui, solidaritas yang diperkuat, serta semangat berbagi yang ditumbuhkan sejak hari pertama bulan suci.