SUBANG, TINTAHIJAU.com – Puasa Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim, namun bagi penderita asam lambung, perubahan pola makan bisa memicu keluhan seperti perih dan mual.
Karena itu, penting untuk mengetahui cara berbuka yang tepat agar puasa tetap nyaman dan kesehatan lambung tetap terjaga.
Berikut beberapa tips berbuka puasa aman dan nyaman untuk penderita asam lambung.
- Mulai dengan yang ringan dan hangat
Saat adzan maghrib, jangan langsung makan berat. Awali dengan:
Air putih hangat, kurma (1–3 butir saja), sup bening hangat.
Hindari langsung minum es atau minuman sangat manis karena bisa memicu produksi asam lambung berlebih. - Makan dalam porsi kecil tapi bertahap
Setelah takjil ringan, beri jeda sekitar 10–20 menit sebelum makan besar.
Porsi besar sekaligus bisa membuat lambung “kaget” dan memicu nyeri atau perih. - Pilih makanan yang ramah lambung
Lebih aman memilih:
Nasi putih atau kentang rebus, ayam rebus/panggang tanpa banyak minyak, sayuran rebus (wortel, bayam, labu), pisang atau pepaya. - Hindari pemicu asam lambung
Batasi atau hindari:
Gorengan dan makanan berlemak tinggi, makanan pedas dan asam, kopi dan teh kental, minuman bersoda, cokelat. - Jangan langsung berbaring setelah makan
Tunggu minimal 2–3 jam sebelum tidur atau berbaring.
Posisi berbaring terlalu cepat bisa membuat asam lambung naik ke kerongkongan. - Makan sahur dengan tepat
Saat sahur:
– Pilih karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal)
– Tambahkan protein
– Hindari terlalu pedas atau terlalu asam
– Jangan melewatkan sahur karena perut kosong terlalu lama bisa memicu asam lambung - Kelola stres dan makan perlahan
Makan terburu-buru dan stres berlebihan juga bisa memperparah keluhan maag. Kunyah perlahan dan makan dengan tenang.
Dengan memilih makanan yang ramah lambung dan mengatur pola makan saat berbuka, penderita asam lambung tetap bisa menjalankan puasa dengan aman.
Jaga pola makan, hindari pemicu, dan utamakan kesehatan agar ibadah tetap lancar.





