Ragam

Mau Lulus Sudah Punya Pengalaman Kerja? STIESA Siapkan Magang Internasional dan Sertifikasi Profesional

×

Mau Lulus Sudah Punya Pengalaman Kerja? STIESA Siapkan Magang Internasional dan Sertifikasi Profesional

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja (STIESA) Subang terus memperkuat implementasi program unggulan Campus, Company and Country Connection (C4) sebagai strategi menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing internasional.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STIESA Subang, Dr. Gugyh Susandy, dalam sosialisasi akademik kepada mahasiswa di aula kampus.

Menurutnya, C4 bukan sekadar program tambahan, melainkan desain akademik strategis yang mengintegrasikan Tridharma Perguruan Tinggi dalam ekosistem pembelajaran berbasis kampus, industri, dan jejaring antarnegara.

“Program Campus, Company & Country Connection (C4) adalah program akademik unggulan STIESA. Kami mengintegrasikan kampus, dunia industri, dan jejaring antarnegara dalam satu ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan,” ujar Dr. Gugyh.

Magang Internasional: 50 Mahasiswa Sudah di Taiwan
Salah satu penguatan utama C4 adalah program magang internasional melalui skema Internationally Certified Internship Program (ICIP). Program ini membuka kesempatan magang di Taiwan selama enam bulan dan dapat dilanjutkan sesuai kebutuhan industri.

Saat ini, sebanyak 50 mahasiswa STIESA telah menjalani magang di Taiwan. Program ini memberi pengalaman kerja riil, sertifikat magang, serta konversi hingga 20 SKS.

Melalui konsep tersebut, mahasiswa didorong “curi start” memasuki dunia kerja. Skemanya dirancang agar dalam empat tahun masa studi, tiga tahun ditempuh sebagai kuliah akademik, sementara tahun keempat mahasiswa sudah masuk ke dunia industri.

“Kami targetkan lulusan memiliki pengalaman kerja sebelum wisuda. Dengan pengalaman dan sertifikasi, mereka bisa memiliki daya tawar lebih tinggi,” katanya.

STIESA bahkan menargetkan lulusan memiliki penghasilan minimal dua kali UMR karena telah berada pada kualifikasi level 7, dengan kombinasi pengalaman dan sertifikasi.

Student Mobility: Cetak Calon Peneliti dan Dosen

Program kedua adalah International Student Mobility Program (ISMP) yang telah berjalan sejak 2021. Program ini menyasar mahasiswa yang memiliki minat menjadi peneliti atau dosen, khususnya di bidang pendidikan.

Durasi student mobility berlangsung selama dua minggu dan dilaksanakan di negara-negara ASEAN. Selain memperluas wawasan akademik, program ini membuka ruang kolaborasi lintas negara dan memperkuat jejaring internasional kampus.

Mobilitas internasional STIESA sendiri telah dimulai sejak 2019 dan menjadi bagian penting dalam memperluas koneksi global mahasiswa.


Sertifikasi BNSP: Akses Talent Pool dan Dunia Industri

Penguatan terbaru C4 hadir melalui National Certified Competency Program (NCCP) berupa sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang mulai dijalankan pada 2025.
Program ini menyasar mahasiswa yang ingin menjadi profesional, freelancer, maupun wirausahawan. Dengan sertifikat BNSP, mahasiswa memiliki nilai kualifikasi resmi yang diakui secara nasional.

Sertifikasi difokuskan pada tiga bidang pelatihan, yakni marketing, akuntansi, dan keuangan. Program tersebut juga telah disosialisasikan kepada forum HRD di Kabupaten Subang guna memastikan link and match dengan kebutuhan industri.

“Melalui sertifikasi BNSP ini, mahasiswa STIESA memiliki peluang lebih besar untuk terhubung dengan dunia industri, baik melalui talent pool, program magang, maupun kerja sama lainnya,” ujar Dr. Gugyh.

Melalui mekanisme talent pool, kampus berperan sebagai fasilitator yang menyalurkan lulusan bersertifikasi ke perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja kompeten. Skema ini diharapkan mampu mempercepat serapan lulusan di dunia usaha.

Respons Kebutuhan Industri dan Regulasi
Dr. Gugyh menegaskan, penguatan tiga program ini merupakan respons atas kebutuhan industri dan regulasi pemerintah yang mendorong perguruan tinggi lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna lulusan.

Seluruh program C4 disebut tidak membebani biaya tambahan karena telah terintegrasi dalam biaya pendidikan. STIESA juga membuka akses seluas-luasnya bagi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Mahasiswa STIESA harus siap kerja, siap bersaing, dan siap berjejaring di tingkat ASEAN. C4 adalah jawaban strategis kami untuk itu,” tegasnya.

Dengan penguatan magang internasional, student mobility, dan sertifikasi BNSP, STIESA Subang menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang progresif dan responsif terhadap kebutuhan dunia usaha serta tantangan global.