Megapolitan

Gempa M 5,3 Guncang Jabar Selatan, Getaran Terasa hingga Sukabumi dan Cianjur

×

Gempa M 5,3 Guncang Jabar Selatan, Getaran Terasa hingga Sukabumi dan Cianjur

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI, TINTAHIJAU.com – Wilayah selatan Jawa Barat diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,3 pada Jumat (13/3/2026) dini hari. Getaran yang terjadi tepat pada pukul 02.18 WIB tersebut dilaporkan membuat warga di Kota maupun Kabupaten Sukabumi terjaga dari tidurnya.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,04° LS dan 106,86° BT, atau sekitar 121 km arah tenggara Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 53 kilometer.

Kesaksian Warga saat Jam Sahur

Getaran yang cukup terasa membuat sebagian warga sempat keluar rumah. Turangga (21), seorang pemuda di Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, mengaku langsung bergegas keluar saat merasakan tempat tidurnya bergoyang.

“Saya lagi tiduran di kasur tiba-tiba terasa getaran. Langsung bangun dari kasur untuk keluar pintu. Beberapa orang di kosan sempat keluar tapi nggak lama. Ada yang teriak gempa,” kata Turangga seperti yang dilansir dari laman detikJabar, Jum’at (13/3/2026)

Ia menambahkan bahwa kondisi warga yang sudah mulai bangun untuk mempersiapkan sahur membuat banyak orang segera menyadari adanya guncangan. “Di jam sahur kebetulan beberapa orang juga sudah pada bangun jadi sadar gempa,” ujarnya.

Kondisi serupa dirasakan Dian (34) di Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Meski sempat kaget melihat gerbang rumahnya bergoyang, ia tetap tenang karena durasi gempa yang singkat.

“Kerasa goyang, tapi nggak lama. Saya lagi duduk lihat gerbang goyang ternyata gempa. Kebetulan juga sudah mau bangun sahur,” ujarnya.

Kepanikan di Wilayah Cianjur

Berbeda dengan di Sukabumi, getaran di Cianjur memicu kepanikan yang cukup besar. Warga di kawasan pesisir hingga perkotaan sempat berhamburan keluar bangunan. Mang Dea (60), warga Sindangbarang, menceritakan detik-detik saat warga berlarian.

“Ada sekitar 5 detik guncangannya. Warga yang bersiap sahur langsung berhamburan keluar rumah,” kata dia.

Setelah situasi dipastikan kondusif dan tidak ada risiko tsunami, masyarakat kembali melanjutkan aktivitas memasak. “Setelah dirasa aman, semua kembali ke rumah untuk masak mempersiapkan sahur,” ungkapnya.

Sementara itu, Rendi Irawan (23), warga Kota Cianjur, sempat merasa khawatir gempa tersebut berasal dari darat seperti peristiwa tahun 2022 silam. “Terasa kuat. Dikira gempa berpusat di Cugenang seperti 2022 lalu. Ternyata setelah cari tahu, pusatnya di laut selatan. Tadi sempat keluar rumah juga, takut membuat bangunan ambruk,” kata dia.

Analisis BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip,” kata Rahmat dalam keterangan resmi.

BMKG mencatat gempa dirasakan dengan intensitas beragam, mulai dari skala IV MMI di Cidolog dan Ciracap, hingga skala II-III MMI di wilayah Pangandaran dan Ciamis. Rahmat memastikan bahwa guncangan ini tidak membawa risiko gelombang pasang.

“Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu, daerah Ciamis dengan skala intensitas II-III MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” jelasnya.

Hingga saat ini, BPBD baik di Kota Sukabumi maupun Kabupaten Cianjur melaporkan belum ada temuan kerusakan bangunan atau korban jiwa. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan hanya mempercayai data dari kanal resmi BMKG.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” pungkas Rahmat.