JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Lonjakan drastis volume kendaraan pemudik yang mengarah ke timur Pulau Jawa pada momentum Lebaran 2026 memicu kepadatan ekstrem di Rest Area KM 57 A, Tol Jakarta-Cikampek. Guna mencegah kelumpuhan arus lalu lintas, petugas PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) berkoordinasi dengan pihak kepolisian kini memberlakukan sistem rekayasa lalu lintas berupa buka tutup akses secara situasional.
Langkah taktis ini diimplementasikan setelah kapasitas area parkir di tempat istirahat tersebut terpantau penuh sesak. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi memicu antrean panjang kendaraan yang hendak keluar-masuk hingga mengekor ke badan jalan utama tol.
Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa kebijakan buka tutup ini dijalankan secara fleksibel, merespons langsung dinamika kepadatan di lokasi.
“Pengaturan buka tutup akses menuju rest area ini dilakukan secara situasional atas diskresi kepolisian dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan,” ungkap Ria mengutip laporan Antara pada Minggu (22/3/2026).
Menurut Ria, rekayasa lalu lintas ini adalah langkah krusial untuk menjaga agar laju kendaraan di jalur utama Tol Jakarta-Cikampek tetap mengalir lancar dan tidak tersendat akibat efek domino penumpukan kendaraan di satu titik area istirahat.
Imbauan Penggunaan Rest Area Alternatif
Menyikapi tingginya mobilitas pemudik tahun ini, pihak Jasa Marga mengimbau secara tegas agar pengguna jalan tidak hanya bergantung pada fasilitas di Rest Area KM 57 A. Para pengendara diarahkan untuk mulai memanfaatkan titik-titik istirahat lain yang tersebar di sepanjang lintasan Tol Jakarta-Cikampek maupun ruas lanjutan Trans Jawa.
Salah satu alternatif utama yang disarankan adalah rest area yang berada di ruas Tol Cipularang-Padaleunyi menuju arah Bandung. Melalui pola distribusi kendaraan ini, diharapkan perjalanan arus mudik dan balik tetap nyaman tanpa harus terjebak di pusaran kemacetan satu lokasi.
Di tengah tingginya intensitas lalu lintas, JTT turut memberikan peringatan standar keselamatan berkendara. Pemudik diwanti-wanti untuk:
- Menjaga kondisi fisik: Memastikan tubuh dalam keadaan prima sebelum mengemudi jarak jauh.
- Fokus pada jalan: Menjaga jarak aman antar kendaraan demi menghindari kecelakaan beruntun.
- Inspeksi teknis: Memeriksa kesiapan dan kelaikan mesin kendaraan.
- Transaksi non-tunai: Memastikan saldo uang elektronik (e-toll) mencukupi agar tidak memicu antrean baru di gerbang tol.
Melalui langkah antisipatif yang terpadu ini, pihak otoritas jalan tol berharap kelancaran arus lalu lintas Lebaran 2026 dapat terus terjaga, serta mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat.





