Pemerintahan

Isu Kenaikan BBM April 2026 Beredar, ESDM dan Pertamina Beri Klarifikasi

×

Isu Kenaikan BBM April 2026 Beredar, ESDM dan Pertamina Beri Klarifikasi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Informasi mengenai rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada April 2026 ramai diperbincangkan di media sosial X. Menanggapi hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina (Persero) memberikan penjelasan resmi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa pengumuman harga BBM nonsubsidi akan disampaikan secara resmi pada 1 April 2026.

“Untuk BBM Nonsubsidi kita tunggu 1 April saja ya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mekanisme penentuan harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Sementara itu, untuk BBM subsidi dipastikan tidak mengalami perubahan harga.

“Yang penting untuk BBM Subsidi tidak ada kenaikan,” kata Laode.

Saat ini, BBM nonsubsidi yang diproduksi oleh Pertamina meliputi Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green (RON 95), Pertamina Dex (CN 53), dan Dexlite (CN 51). Adapun BBM bersubsidi seperti Pertalite masih dijual seharga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Rp6.800 per liter.

Selain memastikan harga BBM subsidi tetap, Laode juga menegaskan bahwa stok energi nasional dalam kondisi aman. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Stok BBM maupun LPG sangat aman dan memadai, agar tidak panic buying,” katanya.

Dari pihak Pertamina, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, turut menanggapi kabar yang beredar. Ia menegaskan bahwa informasi terkait proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial tidak berasal dari pihak resmi perusahaan.

“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujarnya.

Baron juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ia menyarankan agar masyarakat hanya mengakses informasi resmi melalui kanal perusahaan.

“Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com. Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah warganet di media sosial X ramai membahas unggahan yang memuat proyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi per 1 April 2026. Dalam salah satu unggahan, disebutkan harga Pertamax diperkirakan mencapai Rp17.000 per liter. Namun, informasi tersebut dipastikan belum memiliki dasar resmi.

Sumber: detikfinance