Megapolitan

Rudy Giuliani Sebut Raja Charles III Sebagai ‘Raja Muslim’, Picu Kontroversi di Inggris

×

Rudy Giuliani Sebut Raja Charles III Sebagai ‘Raja Muslim’, Picu Kontroversi di Inggris

Sebarkan artikel ini
Foto Raja Charles III Tinggalkan RS Usai Jalani Operasi Prostat (REUTERS/Hollie Adams)

NEW YORK, TINTAHIJAU.com – Mantan pengacara pribadi Donald Trump sekaligus mantan Wali Kota New York City, Rudy Giuliani, memicu kegaduhan publik setelah melontarkan klaim provokatif mengenai keyakinan Raja Charles III. Dalam sebuah wawancara terbaru, Giuliani menyebut pemimpin monarki Inggris tersebut sebagai seorang Muslim.

Pernyataan ini muncul saat Giuliani berdialog dengan jurnalis senior Piers Morgan di kanal YouTube-nya pada Senin waktu setempat. Awalnya, mereka sedang membahas dukungan Giuliani terhadap langkah militer Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi Iran. Namun, pembicaraan melebar ke isu kedaulatan dan demografi di Inggris.

Giuliani mengklaim telah mendengar informasi dari berbagai sumber di Inggris yang memprediksi bahwa negara tersebut akan didominasi oleh populasi Muslim dalam satu dekade mendatang. Ia kemudian membandingkan pengaruh agama-agama besar di sana.

“Gereja Katolik Roma sekarang lebih besar di Inggris dibandingkan Gereja Anglikan. Dan Charles III mungkin adalah raja Muslim Inggris,” ujar Giuliani sebagaimana dikutip dari laporan Middle East Monitor, Rabu (1/4/2026).

Tudingan Giuliani ini sebenarnya bukan hal baru, melainkan bentuk pengulangan dari teori konspirasi yang sering beredar di jagat maya. Spekulasi mengenai keyakinan sang Raja muncul karena ketertarikan mendalam Charles III terhadap kebudayaan Islam, termasuk upayanya mempelajari bahasa Arab demi memahami isi Al-Qur’an secara langsung.

Raja Charles III sendiri secara terbuka pernah menyatakan bahwa Islam, Yudaisme, dan Kristen adalah tiga pilar monoteistik besar yang memiliki lebih banyak titik temu daripada perbedaan yang selama ini dibayangkan masyarakat umum.

Tak hanya menyasar Raja, Giuliani juga melontarkan klaim bahwa komunitas Muslim di Inggris tengah berusaha merebut kekuasaan dengan dukungan dari Iran. Menurutnya, dominasi ini terlihat dari banyaknya posisi jabatan publik yang kini diisi oleh pemeluk Islam, salah satunya Wali Kota London, Sadiq Khan.

Ia juga menyoroti isu penggunaan cadar, perdebatan hukum syariah, hingga memberikan kritik tajam terhadap isi Al-Qur’an. Giuliani bahkan menuduh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, berada di bawah pengaruh politik komunitas Muslim di negaranya.

Meski dihujani klaim oleh Giuliani, data menunjukkan bahwa populasi Muslim di Inggris saat ini hanya berkisar 5 persen dari total penduduk. Secara personal, Raja Charles III dikenal sebagai jemaat Gereja Anglikan yang taat.

Ketertarikannya pada Islam lebih didasari oleh prinsip Tradisionalisme, sebuah filsafat yang mengedepankan nilai-nilai spiritual universal dan kearifan kuno sebagai jawaban atas tantangan dunia modern. Dalam sebuah pidato tahun 2006, ia menekankan pentingnya memahami kembali hubungan erat peradaban masa lalu dengan hal-hal sakral.

Mengenai isu geopolitik, sikap resmi Charles III terhadap perselisihan dengan Iran tidak pernah dinyatakan secara gamblang. Namun, rekam jejaknya menunjukkan ia pernah menyatakan keberatan secara tertutup atas invasi ke Irak pada tahun 2003 silam.

Sumber: detikcom