Pemerintahan

BKAD Subang Rilis Posisi Keuangan Daerah, Pendapatan Tembus Rp617,6 Miliar

×

BKAD Subang Rilis Posisi Keuangan Daerah, Pendapatan Tembus Rp617,6 Miliar

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Subang merilis laporan akumulasi penerimaan pendapatan dan realisasi belanja daerah periode 1 Januari hingga 27 Maret 2026. Rilis ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

Berdasarkan laporan yang diunggah melalui akun resmi BKAD Subang, total penerimaan pendapatan daerah tercatat mencapai Rp617.625.356.262,6.

Pendapatan tersebut bersumber dari tiga komponen utama, yakni dana transfer sebesar Rp376.800.886.004, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp140.213.624.583, serta Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 sebesar Rp100.610.845.675,6.

Sementara itu, realisasi belanja daerah hingga awal April 2026 tercatat sebesar Rp480.018.298.146. Dengan demikian, posisi saldo kas daerah Kabupaten Subang saat ini berada di angka Rp138.786.893.452,6.

BKAD Subang juga mencatat tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan capaian realisasi belanja tertinggi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menempati posisi pertama dengan realisasi sebesar Rp190.980.163.326 atau 29,66 persen. Disusul Disnakertrans ESDM sebesar Rp3.700.347.459 atau 28,05 persen, serta Kecamatan Pagaden sebesar Rp887.646.284 atau 27,68 persen.

Dalam keterangannya, BKAD Subang menegaskan bahwa publikasi data keuangan dilakukan secara rutin agar masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya pembangunan daerah.

“Satu misi, satu laporan untuk transparansi berkelanjutan. Dengan akuntabilitas, kami memastikan setiap anggaran berdampak nyata bagi masyarakat agar Kabupaten Subang semakin Ngabret,” tulis BKAD Subang melalui unggahan resminya, Rabu (2/4/2026).

Rilis berkala ini juga menjadi bagian dari upaya transformasi digital pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang terbuka, bersih, dan dapat dipertanggungjawabkan.