BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, pada Minggu (5/4/2026). Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin langsung upacara pemakaman militer Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, salah satu putra terbaik bangsa yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.
Kepergian Mayor Zulmi meninggalkan duka mendalam bagi korps baret merah. Jenderal Agus menegaskan bahwa almarhum, yang sebelumnya berdinas di Grup 2 Kopassus, merupakan prajurit berprestasi yang terpilih menjalankan misi internasional berkat dedikasi tingginya.
“Atas nama Tentara Nasional Indonesia, saya mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya. Mayor Inf Anumerta Zulmi adalah salah satu prajurit terbaik yang kami miliki,” ujar Jenderal Agus usai prosesi pemakaman.
Penghormatan bagi Penjaga Perdamaian
Mayor Zulmi gugur bersama dua rekan sejawatnya, Serka (Anm) Muhammad Nur Ikhwan dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon, dalam insiden di wilayah konflik Lebanon. Menurut Panglima, penugasan almarhum ke luar negeri merupakan bentuk reward atau penghargaan dari satuan atas kinerja gemilangnya selama ini.
Upacara pelepasan terakhir ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya:
- Lodewijk Freidrich Paulus (Wamenko Polkam)
- Irjen Rudi Setiawan (Kapolda Jabar)
- Mayjen TNI Kosasih (Pangdam III/Siliwangi)
Jaminan Hak dan Beasiswa Keluarga
Pemerintah dan Mabes TNI memastikan seluruh hak bagi keluarga prajurit yang gugur akan dipenuhi secara maksimal. Jenderal Agus merinci sejumlah santunan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi negara dan organisasi internasional, antara lain:
| Jenis Santunan | Nilai Nominal |
| Santunan dari PBB | Rp 1,2 Miliar |
| Santunan Risiko Kematian Khusus | Rp 450 Juta |
| Beasiswa Pendidikan Anak | Rp 30 Juta per anak |
| Lain-lain | Asuransi, Dana Wasda AD, dan Santunan Perbankan |
Selain santunan administratif, Jenderal Agus menyampaikan bahwa Presiden RI telah memberikan instruksi langsung terkait tambahan santunan yang akan diserahkan kepada keluarga ahli waris.
“Kami berduka sangat dalam. Hak-hak prajurit yang gugur, termasuk pendidikan bagi putra-putri mereka, telah kami siapkan agar masa depan mereka tetap terjamin,” pungkas Panglima TNI.
Kepergian Mayor Zulmi dan rekan-rekannya menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi prajurit TNI dalam menjaga perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.





