Megapolitan

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mantan Anggota UNIFIL Soroti Risiko Tinggi Misi Perdamaian

×

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mantan Anggota UNIFIL Soroti Risiko Tinggi Misi Perdamaian

Sebarkan artikel ini
Suasana upacara pelepasan dan penghormatan tiga jenazah personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut Lebanon, Kamis (2/4/2026). (Sumber: Bakom RI via Antara)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan memicu duka mendalam sekaligus sorotan tajam terhadap risiko penugasan di wilayah konflik. Mantan anggota United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) periode 2010-2011, Serma (Purn) Muhtar Efendi, menegaskan bahwa wilayah tersebut memang memiliki tingkat bahaya yang sangat tinggi.

“Penugasan di Lebanon itu memang sangat mengandung risiko yang tinggi, walau katakanlah kita sudah dibekali dengan SOP atau Rules of Engagement (aturan keterlibatan) yang jelas dan nyata,” ujar Muhtar dalam program Kompas Malam, Minggu (5/4/2026).

Menurut Muhtar, risiko tersebut tidak terhindarkan karena pasukan UNIFIL berada tepat di tengah-tengah dua pihak yang bertikai, yakni Israel dan Lebanon. Ia menekankan bahwa personel PBB wajib menjaga netralitas demi tegaknya Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.

“Misi kita murni menjaga perdamaian. Bagaimana caranya supaya resolusi untuk mengakhiri permusuhan antara Hizbullah dan Israel melalui pembentukan zona penyangga itu betul-betul dijalankan kedua belah pihak,” tambahnya.

Kronologi Gugurnya Tiga Prajurit

Insiden mematikan yang menimpa kontingen Indonesia terjadi dalam kurun waktu 24 jam pada akhir Maret lalu:

  • Minggu (29/3/2026): Serangan artileri menghantam lokasi kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar. Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, sementara tiga rekan lainnya luka-luka.
  • Senin (30/3/2026): Sebuah ledakan menghancurkan kendaraan konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan. Insiden tragis ini menewaskan Kapten (Inf.) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Kapuspen Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, mengonfirmasi identitas para syuhada tersebut dan menyatakan bahwa beberapa personel lain, termasuk Lettu (Inf.) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, masih menjalani perawatan akibat luka-luka.

Penghormatan Terakhir

Jenazah ketiga prajurit tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026) dan disambut dengan upacara penghormatan militer. Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban melalui media sosial.

Setelah prosesi pemulangan, ketiga jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan di kampung halaman masing-masing pada Minggu (5/4/2026). Peristiwa ini menambah daftar panjang pengorbanan prajurit TNI dalam menjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB.