WASHINGTON, TINTAHIJAU.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan tegas terkait krisis jalur maritim global di Selat Hormuz. Dalam keterangan resminya pada Sabtu (11/4), Trump memastikan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut akan segera dibuka kembali secara total, dengan atau tanpa kerja sama dari pihak Iran.
“Saya akan mengatakan ini: kami akan segera membukanya,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari AlJazeera. Meski mengakui bahwa langkah tersebut tidaklah mudah, ia mengklaim bahwa sejumlah negara lain telah menyatakan kesiapan untuk membantu AS dalam mengamankan kembali jalur tersebut.
Tolak Biaya Lintas
Salah satu poin krusial yang ditegaskan Trump adalah penolakan keras terhadap rencana Iran yang berniat memungut biaya keamanan bagi kapal-kapal yang melintas. Iran sebelumnya mengusulkan penarikan biaya bagi kapal yang menginginkan jaminan keselamatan, bahkan jika kesepakatan damai dengan AS nantinya tercapai.
“Jika mereka melakukan itu, kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” tegas Trump. Ia menambahkan bahwa syarat utama dari segala bentuk kesepakatan adalah jaminan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir. Menurut Trump, jika masalah nuklir terselesaikan, stabilitas di Selat Hormuz akan pulih secara otomatis.
Ekonomi Dunia Tercekik
Hingga saat ini, kondisi di Selat Hormuz masih sangat memprihatinkan meski gencatan senjata antara AS dan Iran telah berjalan selama dua minggu. Aktivitas pelayaran yang nyaris lumpuh ini telah mengganggu sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.
Data terbaru menunjukkan penurunan drastis arus lalu lintas laut. Pada hari Jumat, hanya dua kapal yang berani melintas, turun dari lima kapal pada hari sebelumnya. Sejak gencatan senjata dimulai, tercatat hanya 22 kapal yang berhasil keluar dari selat tersebut—angka yang sangat kecil dibandingkan rata-rata normal yang mencapai 135 kapal per hari sebelum pecah konflik.
Saat ini, lebih dari 600 kapal, termasuk 325 kapal tanker, masih terjebak di kawasan Teluk akibat blokade yang berlangsung.
Perundingan di Islamabad
Harapan akan berakhirnya konflik kini tertuju pada pertemuan tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Wakil Presiden AS, JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dijadwalkan memimpin perundingan tersebut untuk membahas upaya mengakhiri perang secara permanen dan membuka kembali urat nadi energi dunia tersebut.
Sementara itu dari dalam negeri, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa kapal tanker RI masih belum bisa melintasi Hormuz. Pemerintah terus melakukan komunikasi intensif untuk memantau keamanan armada nasional di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda.





