JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada Senin, 27 April 2026. Berdasarkan data yang dirilis melalui akun resmi Instagram @infobmkg, sejumlah wilayah di Indonesia diimbau untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
BMKG menetapkan status Siaga bagi tujuh daerah yang diprediksi akan mengalami akumulasi curah hujan dengan intensitas tinggi. Masyarakat di wilayah ini diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak signifikan seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Daftar Wilayah Berstatus Siaga:
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Sulawesi Barat
- Maluku
- Papua Pegunungan
Status Waspada: Potensi Hujan Sedang hingga Lebat
Selain wilayah di atas, BMKG juga merilis daftar daerah dengan status Waspada. Meski levelnya berada di bawah status siaga, potensi genangan dan luapan air sungai tetap perlu diantisipasi.
- Sumatera & Kepulauan: Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung.
- Jawa & Bali: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali.
- Kalimantan: Seluruh wilayah Kalimantan (Barat, Tengah, Timur, Utara, dan Selatan).
- Sulawesi & Maluku: Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara.
- Papua: Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua, Papua Selatan.
Selain curah hujan, BMKG memprediksi adanya potensi angin kencang yang dapat membahayakan aktivitas warga, khususnya di dua wilayah berikut:
- Kepulauan Bangka Belitung
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
Pihak BMKG menekankan bahwa peringatan dini ini didasarkan pada nilai akumulasi hujan harian tertinggi di tingkat provinsi. Dampak pada level Waspada umumnya berupa bencana skala lokal seperti genangan air. Namun, pada level Siaga, dampak yang ditimbulkan bisa jauh lebih besar, meliputi kerusakan infrastruktur dan terganggunya layanan publik.
“Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun selalu memperbarui informasi cuaca secara berkala. Jika melihat atau terdampak bencana di lingkungan sekitar, warga diimbau untuk bergotong royong dan segera melaporkannya melalui kanal resmi pemerintah di bit.ly/laporbencanabot.





