Megapolitan

Ini yang Dikatakan Netanyahu Usai Adanya Upaya Pembunuhan Terhadap Donald Trump

×

Ini yang Dikatakan Netanyahu Usai Adanya Upaya Pembunuhan Terhadap Donald Trump

Sebarkan artikel ini
PM Israel Benjamin Netanyahu (dok. REUTERS/Nathan Howard)

YERUSALEM, TINTAHIJAU.com — Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, angkat bicara merespons insiden penembakan yang mengguncang acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih (White House Correspondents’ Dinner) di Washington DC, Amerika Serikat. Netanyahu menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang diyakini sebagai upaya pembunuhan terhadap Presiden AS, Donald Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu pada hari Minggu (27/4/2026) waktu setempat, menyusul insiden menegangkan yang terjadi pada Sabtu malam. Ia mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut dan menyampaikan rasa leganya atas keselamatan keluarga kepresidenan AS.

“Saya dan istri saya terkejut mendengar ada upaya berulang untuk membunuh Presiden Trump dan istrinya. Kami senang bahwa mereka berdua, bersama dengan para pejabat senior pemerintah AS, selamat tanpa cedera,” ujar Netanyahu dalam keterangan resminya.

Reaksi cepat dari pemimpin Israel ini menyoroti kekhawatiran internasional terhadap eskalasi ancaman keamanan yang menyasar kepala negara. Hubungan bilateral yang erat antara Amerika Serikat dan Israel membuat insiden yang mengancam keselamatan Presiden Trump ini mendapat perhatian serius dari pemerintahan di Yerusalem.

Sebagai informasi, insiden penembakan tersebut berhasil digagalkan oleh kesigapan aparat keamanan. Pelaku yang diketahui bernama Cole Tomas Allen (31), seorang guru fisika asal Torrance, California, telah ditangkap dan diamankan oleh agen Secret Service di lokasi kejadian.

Presiden Trump sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa tidak ada pejabat tinggi maupun tamu undangan yang terluka dalam insiden tersebut. Meski demikian, seorang petugas Secret Service dilaporkan sempat tertembak saat melumpuhkan pelaku, namun kondisinya saat ini dipastikan stabil dan baik-baik saja. Hingga kini, otoritas keamanan AS masih melakukan investigasi menyeluruh terkait motif tersangka dalam melancarkan aksinya di acara tingkat tinggi tersebut.