Megapolitan

Alhamdulillah, Dua Wisatawan Asal Karawang yang Tertimbun Longsor di Curug Cileat Subang Akhirnya Ditemukan

×

Alhamdulillah, Dua Wisatawan Asal Karawang yang Tertimbun Longsor di Curug Cileat Subang Akhirnya Ditemukan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan dua wisatawan asal Kabupaten Karawang yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan wisata Curug Cileat, Kabupaten Subang, Sabtu (16/5/2026) jelang tengah hari.

Kedua korban ditemukan dalam kondisi tertimbun material longsor di jalur menuju Curug Cileat, tepatnya di area menuju curug keempat. Saat ini, tim gabungan masih melakukan proses evakuasi terhadap kedua korban dari lokasi kejadian yang memiliki medan cukup sulit.

Peristiwa nahas tersebut bermula saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan wisata Curug Cileat pada Jumat siang (15/5/2026). Sekitar pukul 15.00 WIB, tebing di sekitar area wisata tiba-tiba ambrol saat sejumlah pengunjung masih berada di lokasi.

Berdasarkan data yang dihimpun, dua korban yang diduga tertimbun merupakan warga Kabupaten Karawang yang saat itu tengah berswafoto di sekitar area curug. Kedua korban diketahui bernama Alda Apriliani (22), warga Cikampek, Karawang dan Winda Limbong (20), warga Kosambi, Karawang.

Menurut kesaksian rekan korban, sempat terdengar suara gemuruh keras sesaat sebelum tebing runtuh. Meski beberapa pengunjung lain berhasil menyelamatkan diri, kedua korban diduga tidak sempat menghindar dari terjangan material longsoran yang datang secara tiba-tiba.

Saksi mata lainnya juga melaporkan terjadinya longsor saat hujan deras mengguyur kawasan wisata tersebut pada Jumat sore. Material longsoran menutup sebagian jalur menuju curug dan menyebabkan proses pencarian sempat terkendala kondisi cuaca serta medan yang licin.

Pascakejadian, BPBD Kabupaten Subang bersama BPBD Provinsi Jawa Barat langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan aparat setempat, pengelola wisata, serta tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, relawan, dan warga sekitar untuk melakukan penanganan darurat di lokasi.

Operasi pencarian yang dilanjutkan pada Sabtu pagi tidak hanya difokuskan pada upaya evakuasi korban, tetapi juga keselamatan seluruh personel gabungan.

Petugas melakukan asesmen kondisi tanah di sekitar tebing guna mengantisipasi kemungkinan adanya pergerakan tanah maupun longsor susulan selama proses evakuasi berlangsung.