SUBANG, TINTAHIJAU.com — Fasilitas perakitan otomotif berskala besar di Subang, Jawa Barat, resmi memulai langkah strategisnya dalam industri kendaraan listrik domestik. Pabrikan otomotif asal China, BYD Indonesia, mengumumkan bahwa model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) perdana mereka, BYD M6 DM, kini sudah masuk dalam jalur produksi di pabrik Subang dan siap dipasarkan ke konsumen tanah air.
Langkah ini mempertegas peran Subang sebagai basis produksi baru kendaraan ramah lingkungan (New Energy Vehicle/NEV) BYD di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun wilayah rural.
Kapasitas Produksi 150.000 Unit dan Investasi Rp11,2 Triliun
Kehadiran BYD M6 DM menjadi salah satu bukti nyata optimalisasi pabrik baru BYD di Jawa Barat tersebut. Guna membangun ekosistem produksi yang kuat di Subang, BYD telah menggelontorkan investasi dalam jumlah yang masif.
- Kapasitas Produksi: Mencapai hingga 150.000 unit kendaraan per tahun.
- Nilai Investasi: Diperkirakan menyentuh angka Rp11,2 triliun.
Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia, Luther T. Panjaitan, mengonfirmasi bahwa unit-unit perdana dari lini rakitan lokal ini sudah berwujud nyata dan siap untuk diperkenalkan secara luas.
“BYD M6 DM, yang siap untuk dipasarkan di Indonesia. Sudah diproduksi, artinya sudah ada produknya, dan sesegera mungkin kami akan perkenalkan ke publik,” ujar Luther, Rabu (20/5/2026).
Distribusi Mulai Juni 2026 dan Estimasi Harga
Meskipun harga resmi dari manajemen belum diumumkan secara final, BYD menargetkan distribusi mobil listrik rakitan Subang ini akan berjalan mulai bulan depan.
“Kami menargetkan untuk mendistribusikan model tersebut pada bulan Juni, artinya sesegera mungkin kami sudah bisa memberikan harga,” kata Luther menambahkan.
Kendati demikian, bocoran harga dari tenaga penjual BYD menunjukkan bahwa mobil dengan platform Dual Mode (DM) ini akan menyasar pasar yang sangat kompetitif. BYD M6 DM direncanakan hadir dalam dua varian dengan estimasi harga pre-book sebagai berikut:
- M6 DM Classic Standard (Varian Terendah): Mulai Rp310 juta.
- M6 DM Cross Superior Captain Seat (Varian Tertinggi): Mencapai Rp390 juta.
Keunggulan Teknologi Dual Mode yang Diproduksi lokal
Mobil yang diproduksi di Subang ini mengusung teknologi BYD DM (Dual Mode) yang mengombinasikan sistem kendaraan listrik dan hybrid. Berbeda dengan mobil hibrida konvensional, sistem ini memprioritaskan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin 1.5 liter (tenaga 72 kW dan torsi 125 Nm) hanya berfungsi sebagai penyokong efisiensi dan penghasil energi listrik.
Berkat efisiensi termal mesin yang mencapai 46%, BYD mengklaim konsumsi bahan bakar M6 DM yang keluar dari pabrik Subang ini mampu menembus 65 kilometer per liter dengan total jarak tempuh kumulatif hingga lebih dari 1.800 kilometer.




