SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Jarum jam menunjukkan waktu menjelang tengah hari. Aktivitas masyarakat di sejumlah ruas jalan utama Kabupaten Subang masih berlangsung seperti biasa.
Para pengemudi ojek online sibuk menerima pesanan, pedagang kaki lima melayani pembeli, sementara pekerja harian terus berjuang menuntaskan pekerjaan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Di tengah kesibukan itu, suasana berbeda tampak ketika sejumlah anggota Polres Subang mendatangi warga sambil membawa puluhan paket makanan siap santap. Bukan dalam rangka operasi kepolisian ataupun penegakan hukum, melainkan kegiatan berbagi makan gratis sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
Satu per satu paket makanan dibagikan kepada pengemudi ojek online, tukang parkir, pedagang kecil, hingga warga yang sedang beraktivitas di sekitar pusat kota. Senyum mengembang dari wajah para penerima. Bagi sebagian orang, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka yang sejak pagi mencari nafkah di jalanan, perhatian kecil itu menjadi sesuatu yang bermakna.
Tak sedikit warga yang langsung menyantap makanan yang diterima. Sebagian lainnya memilih membawa pulang untuk dinikmati bersama keluarga. Di sela kegiatan, anggota kepolisian tampak berbincang santai dengan masyarakat. Obrolan ringan tentang pekerjaan, kondisi ekonomi hingga situasi keamanan lingkungan mengalir tanpa sekat.
Momentum itulah yang menjadi gambaran wajah Polri yang ingin terus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono mengatakan, kegiatan berbagi makan gratis merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
“Polri hadir bukan hanya ketika terjadi masalah atau gangguan kamtibmas. Kami ingin hadir dalam keseharian masyarakat, merasakan apa yang mereka rasakan, dan memberikan manfaat nyata meskipun melalui hal-hal sederhana,” ujar Dony.
Menurutnya, program sosial seperti pembagian makan gratis menjadi salah satu cara untuk memperkuat kedekatan emosional antara anggota kepolisian dengan masyarakat.
“Kami menyadari bahwa tugas menjaga keamanan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kepercayaan dan dukungan masyarakat. Karena itu kami ingin membangun hubungan yang lebih humanis, lebih dekat, dan lebih akrab dengan warga,” katanya.

Dony menegaskan bahwa semangat Polri Untuk Masyarakat harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
“Ketika masyarakat merasa diperhatikan, dihargai, dan dilayani dengan baik, maka akan tumbuh rasa saling percaya. Dari situlah kolaborasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban dapat berjalan lebih baik,” ungkapnya.
Lebih jauh, Kapolres menyebut bahwa kegiatan sosial akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap apa yang dilakukan hari ini tidak dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi dari niat dan kepedulian yang ingin kami bangun bersama masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi warga,” ujarnya.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, kehadiran aparat kepolisian dengan membawa bantuan sederhana menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dalam hal besar. Terkadang, sepiring nasi dan sapaan hangat mampu menghadirkan semangat baru bagi mereka yang sedang berjuang menjalani hari.
Bagi para pengemudi ojek online yang menerima makanan siang itu, bantuan tersebut bukan sekadar mengganjal perut yang lapar. Lebih dari itu, mereka merasakan perhatian dari institusi yang selama ini identik dengan seragam, aturan, dan penegakan hukum.
Salah seorang pengemudi ojek online, Rudi (38), mengaku tidak menyangka mendapat makan siang gratis dari anggota Polres Subang saat sedang menunggu pesanan di kawasan pusat kota.
“Alhamdulillah, tentu senang dan terbantu. Kadang kalau lagi sepi order, makan siang pun sering ditunda. Tadi tiba-tiba ada bapak-bapak polisi datang membagikan makanan. Buat kami ini bukan soal nilainya, tapi perhatian dan kepeduliannya yang membuat kami merasa diperhatikan,” ujarnya.
Sementara itu, Nani (52), seorang pedagang kecil di sekitar lokasi kegiatan, menilai program tersebut menunjukkan sisi humanis kepolisian yang jarang terlihat masyarakat.
“Biasanya kalau lihat polisi identiknya dengan penertiban atau pengamanan. Tapi hari ini kami melihat polisi datang membawa makanan dan menyapa warga dengan ramah. Kegiatan seperti ini bagus karena membuat polisi lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Bagi Rudi, Nani dan warga lainnya, makan siang gratis yang dibagikan hari itu mungkin akan habis dalam hitungan menit. Namun perhatian yang diberikan Polres Subang meninggalkan kesan yang lebih lama.





