SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pantura. Hal itu disampaikannya saat melaksanakan kegiatan Saba Desa di Kecamatan Pamanukan, Jumat (26/6/2026).
Dalam peresmian ruas jalan di Desa Pamanukan Hilir, Kang Rey mengatakan pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Subang. Namun, ia juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan RSUD Pantura dapat mulai direalisasikan pada tahun depan.
“Mulai tahun payun insyaallah pembangunan Rumah Sakit di Pantura berjalan supados masyarakat Pantura ka rumah sakit teu jauh deui. Lokasina rencanana di Sukasari,” ujar Kang Rey.
Menurutnya, kehadiran RSUD Pantura akan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat di wilayah utara Subang yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan layanan rumah sakit.
Di bawah kepemimpinan Bupati Reynaldy Putra Andita, Pemerintah Kabupaten Subang bertekad mewujudkan harapan masyarakat Pantura agar memiliki rumah sakit sendiri. Untuk merealisasikan target tersebut, Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mematangkan berbagai persiapan teknis, mulai dari penyusunan studi kelayakan, Detail Engineering Design (DED), master plan hingga dokumen lingkungan.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Subang, Yadi Heryadi, ST., mewakili Kepala Dinas PUPR Ahmad Amin, menjelaskan bahwa wilayah Pantura hingga saat ini belum memiliki rumah sakit bertipe C maupun B. Karena itu, pembangunan RSUD Pantura dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.
Menurut Yadi, pembangunan rumah sakit tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp140 miliar hingga Rp150 miliar. Nilai tersebut cukup besar jika mengandalkan APBD Kabupaten Subang yang saat ini juga difokuskan untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan.
Karena itu, Pemkab Subang menyiapkan sejumlah alternatif pembiayaan. Selain melakukan efisiensi postur anggaran daerah, pemerintah juga akan mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat maupun kementerian terkait agar pembangunan RSUD Pantura dapat segera terealisasi.
Sebagai bentuk keseriusan, pada tahun 2026 Pemkab Subang telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1,5 miliar untuk penyusunan dokumen perencanaan pembangunan RSUD Pantura.
Anggaran tersebut meliputi penyusunan DED senilai Rp750 juta, master plan Rp500 juta, serta dokumen lingkungan (Amdal) sebesar Rp300 juta.
Dengan rampungnya seluruh dokumen perencanaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Subang berharap proses pembangunan RSUD Pantura dapat segera dimulai sehingga masyarakat di wilayah Pantura memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas.





