Pemerintahan

Responsif! Presiden Prabowo Ngaku Siap Bedah Usulan Warga, Dari Profesor Hingga Anak Desa Via TikTok

×

Responsif! Presiden Prabowo Ngaku Siap Bedah Usulan Warga, Dari Profesor Hingga Anak Desa Via TikTok

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo saat meresmikan pembangunan ratusan jembatan di seluruh Indonesia secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 9 Maret 2026 (Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk bersikap terbuka terhadap seluruh usulan dan aspirasi yang datang dari berbagai lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

Hal itu disampaikan Kepala Negara saat memberikan pidato dalam acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Minggu (28/6/2026).

Prabowo mengaku terus memantau jalannya diskusi intensif dalam sarasehan tersebut yang berlangsung sejak Jumat hingga Sabtu (27/6/2026) malam. Ia mengapresiasi atmosfer positif yang terbangun antarperserta konvensi.

“Secara garis besar saya mengikuti bahwa suasana berada dalam suasana positif, suasana tukar menukar keterangan pandangan. Dan memang inilah keyakinan saya, keinginan saya bahwa semua potensi seluruh bangsa harus bersatu, harus mengeluarkan segala pemikiran, inisiatif untuk kebaikan kita bersama,” ujar Presiden Prabowo dipantau dari Breaking News KompasTV.

Dalam forum ilmiah tersebut, mantan Menteri Pertahanan ini juga mengaku telah menerima dokumen tebal berisi daftar usulan hingga pertanyaan kritis yang dirumuskan oleh para akademisi dan guru besar. Ia berjanji akan membedah masukan-masukan tersebut secara seksama.

“Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan, cukup banyak. Saya janji, satu-satu akan saya perhatikan,” tegasnya.

Responsif: Dari Profesor hingga Aspirasi Anak Desa Lewat TikTok

Menariknya, Prabowo menekankan bahwa pintu gerbang aspirasi di era kepemimpinannya tidak hanya eksklusif bagi kalangan intelektual atau elite saja. Ia memastikan, keluhan maupun ide kreatif dari masyarakat akar rumput, bahkan anak-anak di pelosok desa, mendapatkan porsi perhatian yang sama.

“Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok atau lewat (media sosial lainnya), saya segera tindak lanjut,” cetus Prabowo disambut antusias peserta.

Bagi Presiden, setiap persoalan bangsa harus dihadapi secara transparan dan dicari jalan keluarnya bersama-sama melalui kerja keras. Ia menilai, indikator kesuksesan sebuah negara atau organisasi diukur dari keberaniannya dalam memetakan kekurangan diri.

“Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi, dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan. Dan kerja keras mencari solusi terhadap kesulitan. Ini saya dapat dari banyak masukan,” tuturnya.

“Organisasi masyarakat negara yang sukses adalah masyarakat dan negara organisasi yang berani, berani mengetahui, mencari kesulitan, dan kekurangan, dan mengatasinya,” sambung Presiden.

Untuk diketahui, gelaran Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 ini dihelat selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juni 2026.

Mengusung tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”, agenda strategis ini dihadiri oleh lebih dari 2.600 peserta lintas sektor. Mulai dari jajaran rektor, dosen, ilmuwan, peneliti, hingga perwakilan berbagai perguruan tinggi yang berkolaborasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

*** Ikuti berita terkini dan dinamika nasional lainnya hanya di TINTAHIJAU.com.