SUBANG, TINTAHIJAU.COM – PT Pertamina EP Subang Field bersama Bank Sampah Karya Bhakti Sejahtera (KBS) menggelar pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan di Sekretariat Bank Sampah KBS, Kelurahan Sukamelang, Kabupaten Subang, pertengahan Juni lalu.
Pelatihan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari anggota Bank Sampah KBS, kader lingkungan, ibu rumah tangga, kelompok perempuan, dan masyarakat Kelurahan Sukamelang. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga sekaligus mendorong pemanfaatannya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran saluran air hingga penurunan kualitas tanah. Selain itu, peserta juga mempraktikkan langsung proses pembuatan sabun ramah lingkungan dari minyak jelantah, mulai dari penyaringan, pencampuran bahan, pengadukan, hingga pencetakan.
Lurah Sukamelang, Anas Hamzah, mengapresiasi kolaborasi antara Bank Sampah KBS dan Pertamina EP Subang Field dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga.
“Minyak jelantah sering dianggap sebagai limbah yang tidak bernilai. Padahal jika dikelola dengan baik, limbah ini dapat menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya dan menjadikan lingkungan Kelurahan Sukamelang semakin bersih dan sehat,” ujar Anas.
Sementara itu, Head of Communication, Relations & CID PT Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan pelestarian lingkungan.
“Pertamina EP Subang Field meyakini bahwa keberlanjutan lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong perubahan perilaku dalam mengelola limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, agar tidak mencemari lingkungan,” kata Wazirul.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat berkembang menjadi aktivitas produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga sekaligus membantu menjaga kelestarian lingkungan.
Direktur Bank Sampah Karya Bhakti Sejahtera, Tita Andriani, mengatakan pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan di tengah masyarakat.
“Selama ini kami terus mengedukasi masyarakat bahwa sampah memiliki nilai jika dipilah dan dikelola dengan baik. Kami berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mengajak keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk mengumpulkan serta mengolah minyak jelantah secara tepat,” tutur Tita.
Melalui kegiatan ini, Pertamina EP Subang Field bersama Bank Sampah Karya Bhakti Sejahtera berharap semakin banyak masyarakat yang mengelola limbah dari sumbernya sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi berbasis pengelolaan sampah.





