SUBANG, TINTAHIJAU.com – Demam pada anak adalah kondisi yang sering membuat orangtua khawatir. Namun, sebelum langsung memberikan obat penurun panas, ada cara alami yang dapat Anda coba terlebih dahulu, yaitu dengan mengompres tubuh si kecil. Mengompres adalah metode yang sederhana dan efektif untuk membantu menurunkan suhu tubuh anak. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara mengompres anak yang demam agar suhunya cepat turun.
1. Gunakan Kain Bersih
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan menggunakan kain bersih yang sudah dicuci sebelumnya. Hal ini penting untuk mencegah masalah kulit seperti gatal-gatal atau ruam yang mungkin terjadi setelah mengompres tubuh anak.
2. Gunakan Air Hangat
Pastikan suhu air yang Anda gunakan untuk mengompres anak berada dalam rentang 27-34 derajat Celsius. Menggunakan air hangat adalah kunci dalam proses pengompresan ini. Hindari penggunaan air dingin, karena dapat mengakibatkan pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi), yang justru dapat meningkatkan suhu tubuh anak. Selain itu, anak juga mungkin akan merasa tidak nyaman bahkan menggigil jika air yang digunakan terlalu dingin.
3. Kompres Pada Bagian Tubuh yang Tepat
Penting untuk diingat bahwa Anda tidak hanya perlu mengompres area dahi atau kening. Prinsip utama dari pengompresan adalah mengeluarkan panas tubuh melalui pembuluh darah besar yang dekat dengan kulit. Oleh karena itu, Anda dapat mengompres bagian tubuh lain, seperti leher, ketiak, perut, dan selangkangan. Tempatkan kain yang sudah dibasahi dengan air hangat di atas kening, ketiak, atau area lipatan selangkangan anak selama 10-15 menit. Setelah itu, ulangi langkah yang sama.
4. Peras Kain Sebelum Digunakan
Sebelum meletakkan kain yang sudah dibasahi di tubuh anak, peras kain tersebut terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar air tidak mengalir ke bagian tubuh lainnya dan membuat anak merasa tidak nyaman.
5. Hindari Penggunaan Kompres Alkohol
Saat mengompres anak, gunakan hanya air hangat sebagai cairan pengompres. Penggunaan alkohol sangat tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan hipoglikemia, yaitu gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula dalam darah berada di bawah batas normal. Hipoglikemia dapat menyebabkan anak merasa lelah, gemetar, lapar, bahkan mengalami kejang.
6. Hindari Penggunaan Kompres Sekali Pakai pada Bayi di Bawah 2 Tahun
Untuk bayi atau anak di bawah usia 2 tahun, kulit mereka cenderung lebih sensitif. Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan kompres sekali pakai, karena hal ini dapat menyebabkan masalah kulit seperti gatal-gatal dan ruam.
Jika suhu tubuh anak tetap tinggi setelah beberapa kali mengompres, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis terdekat. Dokter dapat memberikan rekomendasi lebih lanjut, termasuk pemberian obat penurun panas seperti parasetamol jika diperlukan.
Mengompres anak yang demam adalah salah satu cara yang efektif dan aman untuk membantu meredakan demam tanpa perlu segera menggunakan obat-obatan. Selalu perhatikan suhu tubuh anak dan pastikan untuk mengikuti langkah-langkah di atas dengan hati-hati untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan si kecil.





