SUBANG, TINTAHIJAUcom – Pemkab Subang meluncurkan Program Simpanan Pelajar (SIMPEL) untuk menghindari masalah terkait tabungan anak.
Asda 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. Hidayat memaparkan Simpanan Pelajar salah satunya sebagai strategi memastikan tabungan siswa aman dan tidak berdampak kepada wali kelas dan sekolah.
Hal ini berkaca dari banyaknya kasus tabungan siswa yang digunakan oleh Wali Kelas sehingga merugikan siswa, sekolah termasuk wali kelasnya. Lewat program ini, Pemkab menggandeng PT BPR Subang. Ke depan, siswa menabung dan otomatis sebagai nasabah BPR yang teknisnya dikoordinir pihak sekolah.
“Sifatnya tidak wajib, seperti layaknya menabung sekolah. Hanya saja, biar aman, anak-anak ini menabung di BPR yang nantinya dikoordinir pihak sekolah,” katanya
Bupati Subang H Ruhimat menjelaskan selain memastikan tabungan siswa aman, SIMPEL ini merupakan salah satu program inklusi keuangan yang bertujuan mendorong budaya menabung sejak dini.
Dengan program tersebut para siswa dan sekolah yang ada di wilayah kabupaten Subang, yaitu dari tingkat SD hingga SMP dapat merencanakan keuangan sejak dini.
“Mudah-mudahan dengan demikian bisa memulai memanage keuangan, Sehingga di masa mendatang akan hadir generasi yang lebih sadar keuangan, dan pada akhirnya angka inklusi keuangan nasional dapat meningkat,” kata Bupati
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Tatang Komara menegaakan, pihaknya akan menindaklamjuti Program SIMPEL. Sehingga program tersebut dapat berjalan, dan manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan yang masif ini yang digagas oleh bank Subang dan insya Allah kami siap sesuai dengan instruksi Pak Bupati. Kami akan tindaklanjuti dan sosialisasikan setelah melaksanakan kerjasama,” kata Tatang
Dirut Bank Subang Anton Abdul Rosyid, dalam sambutannya merespon positif gagasan tersebut yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman terkait pengelolaan keuangan.
Dia berharap, program ini bisa berjalan lancar sesuai harapan