Keluarga

Mengenal Darah Nifas: Proses Alami Pasca Persalinan

×

Mengenal Darah Nifas: Proses Alami Pasca Persalinan

Sebarkan artikel ini
Nyeri pinggang terutama saat duduk bisa jadi gejala bati ginjal (Foto: Getty Images/iStockphoto/kitzcorner)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Pengalaman kehamilan dan persalinan adalah momen istimewa dalam kehidupan seorang perempuan. Setelah melahirkan, perempuan memasuki fase yang disebut sebagai masa nifas. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan tentang apa itu nifas, berapa lama masa nifas berlangsung, dan kapan darah dihukumi sebagai darah nifas.

Apa Itu Nifas?

Nifas adalah istilah untuk menggambarkan darah yang keluar dari rahim perempuan setelah proses melahirkan. Masa nifas ini dimulai sejak keluarnya seluruh tubuh bayi dari rahim. Penting untuk dicatat bahwa jika darah keluar bersamaan dengan kelahiran bayi atau bahkan sebelumnya, darah tersebut tidak dianggap sebagai darah nifas. Prinsip ini dijelaskan dalam Kitab Fath Al-Qarib.

Pengertian ini menjadi penting dalam praktik agama dan budaya tertentu, seperti dalam Islam, di mana masa nifas memiliki aturan dan tata cara yang khusus. Namun, istilah dan konsep nifas juga dikenali di berbagai budaya dan agama lainnya sebagai bagian dari pengalaman pasca persalinan.

Lama Waktu Nifas

Menurut informasi yang ditemukan di laman mui.or.id, rata-rata perempuan mengalami masa nifas selama 40 hari, dengan variasi waktu yang paling singkat adalah lahdhah (waktu yang singkat meskipun hanya sebatas setetes darah) dan paling lama adalah 60 hari. Lamanya masa nifas ini didasarkan pada istiqra’ atau penelitian yang dilakukan oleh Imam Syafi’i, salah satu tokoh dalam Islam, berdasarkan kebiasaan perempuan Arab pada masanya.

Namun, penting untuk mencatat bahwa seiring berkembangnya zaman, terjadi perubahan dalam gaya hidup, pola makan, dan tingkat aktivitas masyarakat modern. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang apakah pandangan lama ini masih relevan. Perubahan-perubahan tersebut juga terlihat dalam lamanya haid yang normal, yang umumnya berlangsung selama 3-7 hari, berbeda dengan pandangan istiqra’ Imam Syafi’i yang menetapkan batas lamanya haid adalah 15 hari. Masyarakat Muslim saat ini masih memegang pandangan ijtihad Imam Syafi’i, tetapi pertanyaan tentang relevansinya terus menjadi subjek perdebatan.

Kapan Darah Dihukumi Nifas?

Darah yang dihukumi sebagai darah nifas adalah darah yang mulai keluar sejak bayi lahir secara sempurna. Jika darah mulai keluar beberapa jam atau beberapa hari setelah kelahiran bayi, masa nifas masih tetap dihitung sejak bayi dilahirkan.

Namun, jika darah mulai keluar setelah 15 hari pasca melahirkan, darah tersebut tidak dihukumi sebagai darah nifas. Dalam hal ini, perempuan dianggap tidak mengalami masa nifas.

Penting untuk diingat bahwa darah nifas tidak boleh terus mengalir selama lebih dari 60 hari setelah melahirkan. Jika darah terus mengalir setelah batas waktu tersebut, perempuan dianggap mengalami istihadhah, yang merupakan darah yang keluar selain dari haid dan nifas.

Jika darah nifas keluar secara terputus-putus dalam 60 hari, tanpa ada selisih lebih dari 15 hari, maka darah tersebut masih dianggap sebagai darah nifas.

Pengalaman masa nifas adalah bagian alami dari perjalanan seorang perempuan setelah melahirkan. Mengetahui aturan dan etika terkait nifas adalah penting dalam menjalani proses ini dengan baik dan sesuai dengan norma dan nilai-nilai budaya serta agama yang dianut.