SUBANG, TINTAHIJAU.com – Kematian tragis seorang ayah berinisial HR (50) dan anak balitanya AQ (2) yang ditemukan tewas membusuk di rumah mereka di Koja, Jakarta Utara, telah menjadi misteri besar yang masih belum terpecahkan.
Kepolisian sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mencari tahu penyebab kematian keduanya yang begitu tragis.
Kasus ini semakin menggelitik imajinasi masyarakat karena sejumlah fakta-fakta yang muncul selama penyelidikan. Berikut adalah beberapa fakta penting yang telah terungkap hingga saat ini:
1) Luka pada Tubuh Anak
Hasil pemeriksaan jenazah ayah dan anak tersebut mengungkapkan adanya luka pada tubuh anak, AQ (2). Polisi telah memastikan bahwa kematian keduanya terjadi sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Luka tersebut ditemukan pada bagian wajah dan kening anak. Meskipun demikian, belum jelas apakah luka-luka ini memiliki keterkaitan langsung dengan kematian mereka.
2) Darah di Sekitar Tubuh Ayah
Pada tubuh ayah, HR, tidak ditemukan luka terbuka. Namun, penyelidikan menemukan adanya darah di sekitar jasadnya. Ini menambah misteri seputar penyebab kematian mereka.
3) Bercak Darah pada Istri
Selain HR dan AQ, di dalam rumah juga ditemukan istri HR dan anak balita lain dalam kondisi lemas. Meskipun belum ada bukti pasti yang mengaitkan istri dengan peristiwa kematian tersebut, polisi menemukan bercak darah pada tubuh istri, menambah kompleksitas penyelidikan.
4) Tidak Ada Tanda-tanda Orang Asing Masuk
Polisi mengungkapkan bahwa kemungkinan kehadiran orang asing di dalam rumah tersebut sangat kecil. Hal ini disebabkan oleh kondisi pintu yang tertutup, serta tidak ditemukannya jejak orang asing secara ilmiah. Meskipun begitu, penyelidikan terus berlanjut dan kesaksian dari istri dianggap sangat penting dalam kasus ini.
5) Keluhan Sakit Tenggorokan
Dalam komunikasi terakhir dengan keluarganya, HR mengeluhkan sakit tenggorokan. Meskipun belum dapat dipastikan apakah keluhan ini terkait dengan kematian mereka, polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui uji forensik.
6) Perbedaan Usia Kematian
Hasil autopsi mengungkapkan bahwa kematian HR terjadi sekitar 10 hari sebelum ditemukan, sementara kematian anaknya, AQ, terjadi tiga hari sebelumnya. Perbedaan usia kematian ini menambah misteri dalam kasus ini.
7) Kondisi Tempat Kejadian Perkara Berantakan
Polisi menyatakan bahwa rumah tempat HR dan AQ ditemukan tewas membusuk dalam kondisi berantakan, seolah-olah tidak berpenghuni. Temuan dua jenazah ini telah mengubah suasana rumah tersebut menjadi tempat kejadian perkara yang menakutkan.
Hingga saat ini, kasus ini masih menjadi teka-teki besar, dan polisi sedang melakukan upaya maksimal untuk mengungkap kebenaran di balik kematian HR dan AQ. Olah TKP akan terus dilakukan untuk mencari petunjuk dan bukti yang diperlukan untuk mengungkap penyebab kematian yang masih misterius ini.





