SUBANG, TINTAHIJAU.com – Setiap hari, kita sering mengalami momen di mana rasa kantuk tiba-tiba menyergap setelah menikmati hidangan makan siang atau malam.
Fenomena ini dikenal sebagai Postprandial Somnolen atau “koma makanan.” Meski umumnya dianggap sebagai respons alami tubuh terhadap pencernaan makanan, faktanya, para peneliti belum sepenuhnya memahami mengapa hal ini terjadi.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat energi pasca-makan melibatkan fluktuasi protein seluler tertentu, hormon, aliran darah, bahan kimia otak, peradangan, dan ritme sirkadian tubuh.
Porsi makan yang lebih besar dan komposisi makanan juga dapat berpengaruh, dengan makanan tinggi lemak, karbohidrat, atau kalori cenderung meningkatkan kecenderungan merasa ngantuk.
Nutrisi Penyebab Kelelahan dan Makanan yang Mengandungnya:
- Melatonin: Hormon yang memicu rasa relaksasi dan kantuk. Ditemukan pada jelai, jagung, telur, jamur, dan ikan salmon.
- Triptofan: Asam amino yang diubah menjadi serotonin dan melatonin. Terdapat dalam ayam, telur, ikan, susu, dan kacang-kacangan.
- Karbohidrat: Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat menyebabkan fluktuasi gula darah. Contohnya adalah roti putih, kentang, dan semangka.
- Lemak: Konsumsi lemak tinggi, terutama lemak jenuh dan trans, dapat meningkatkan kelelahan. Makanan tinggi lemak melibatkan mentega, keju, daging sapi, dan minyak kelapa sawit.
Tips Mengatasi Kantuk Pasca-Makan:
- Pilih Makanan Seimbang: Hindari makanan tinggi karbohidrat atau protein yang dapat memicu fluktuasi gula darah. Pastikan makanan Anda seimbang.
- Cukup Tidur: Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup di malam hari untuk mengelola kantuk di siang hari.
- Paparan Sinar Matahari: Sinar matahari setelah makan siang dapat membantu mengatasi penurunan energi di sore hari dan memengaruhi ritme sirkadian.
- Olahraga Teratur: Berolahraga dapat meningkatkan kualitas tidur. Hindari berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur.
- Tidur Siang: Jika perlu, tidur siang selama 10-20 menit dapat memberikan penyegaran tanpa mengganggu tidur malam.
Meskipun beberapa faktor dan penyebab kantuk pasca-makan tidak selalu dapat dihindari sepenuhnya, langkah-langkah di atas dapat membantu mengelola dan mengurangi gejala kantuk yang terlalu berlebihan.





