SUBANG, TINTAHIJAU.com – Pemecatan Juergen Klinsmann oleh Asosiasi Sepakbola Korea Selatan (KFA) menyisakan perang kata-kata yang memanas.
Klinsmann, yang baru-baru ini dipecat dari jabatannya sebagai pelatih tim nasional Korea Selatan, dan presiden KFA, Chung Mong-gyu, saling bersilang pendapat terkait hasil dan kinerja Klinsmann selama masa kepemimpinannya.
Keputusan untuk memecat Klinsmann diambil setelah hasil buruk yang diperoleh oleh Timnas Korea Selatan dalam Piala Asia 2023. Meskipun berhasil mencapai babak semifinal, Taeguk Warriors harus menyerah di tangan Yordania, mengakhiri harapan mereka untuk meraih gelar.
Klinsmann awalnya diangkat sebagai pelatih tim nasional Korea Selatan pada akhir Februari 2023 dengan kontrak yang seharusnya berlangsung hingga 2026. Namun, nasib berkata lain, dan Klinsmann harus meninggalkan posisinya dengan pemecatan yang dilakukan melalui panggilan telepon.
Kritik pedas datang dari Chung Mong-gyu terhadap Klinsmann. Presiden KFA menilai Klinsmann kurang mampu dalam memimpin tim dan menunjukkan kemampuan kepelatihan yang diharapkan.
Ia mengatakan bahwa Klinsmann gagal mengelola permainan dengan baik serta tidak memiliki etos kerja yang sesuai untuk membawa timnas Korea Selatan bersaing di level internasional. Chung menekankan bahwa timnas adalah representasi dari nama baik Korea, sehingga ekspektasi terhadap pelatihnya sangatlah tinggi.
“Klinsmann gagal menunjukkan kemampuan kepelatihan dan kepemimpinan yang diharapkan dari seorang pelatih timnas, termasuk manajemen permainan dan etos kerja yang mengarah kepada daya saing timnas. Timnas lebih dari sekedar tim olahraga, ini adalah tim yang mewakili nama Korea,” paparnya dilansir dari Best Eleven.
“Lalu dari hasil diskusi dan opini tersebut, daya saing dan sikap pelatih, Klinsmann tidak sesuai dengan sentimen dan ekspektasi publik, serta dinilai akan sulit untuk meningkat di masa depan, sehingga kami memutuskan untuk mengganti pelatih di putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026,” ungkapnya.
Menanggapi kritik tersebut, Klinsmann tidak tinggal diam. Melalui akun media sosial pribadinya, mantan pelatih tersebut mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya selama menangani Timnas Korea Selatan.
Klinsmann juga menyebutkan perjalanan luar biasa yang telah dilalui bersama tim, termasuk rekor tidak terkalahkan selama 13 pertandingan berturut-turut sebelum babak semifinal Piala Asia.
Pada akhirnya, Klinsmann menemani Timnas Korea Selatan dalam 19 pertandingan, dengan catatan sembilan kemenangan, lima kali seri, dan lima kekalahan. Rekor tidak terkalahkan yang dicatat oleh tim tersebut dalam periode tertentu menunjukkan potensi yang dimiliki Klinsmann sebagai pelatih.
“Terima kasih banyak atas semua dukungan Anda membawa kami ke semifinal Piala Asia dan perjalanan luar biasa selama 12 bulan terakhir dengan tidak kalah 13 pertandingan berturut-turut sebelum semifinal! Terus berjuang,” tulisnya seperti yang di kutip dari laman detikSports Sabtu (17/2/2024).
Kontroversi yang menyelimuti pemecatan Klinsmann menggarisbawahi kompleksitas dalam dunia sepakbola, di mana keputusan manajemen sering kali menjadi subjek debat dan perselisihan.
Meskipun demikian, harapan tetaplah tinggi untuk masa depan Timnas Korea Selatan, yang diharapkan dapat terus bersaing di panggung internasional dengan penuh semangat dan determinasi.