Ragam

Balita Asal Sagalaherang Subang Menderita Scabies, Kondisi Badannya Kian Memprihatinkan

×

Balita Asal Sagalaherang Subang Menderita Scabies, Kondisi Badannya Kian Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Nasib tak baik dialami Balitas asal Kampung Mande RT 25/ RW 09 Desa Sagalaherang Kaler Kecamatan Sagalaherang, Subang.

Rayna, bocah berusia 2 tahun itu menderita Scabies sejak usia 4 bulan hingga saat ini. Kondisi badannya kian memprihatinkan, di usianya yang baru menginjak 2 tahun itu kian kurus.

Anak bungsu dari pasangan Wida Ningsih (42) dan Eman Efendi (50) menderita Scabies sejak usia 4 bulan dan hingga kini penyakit kulitnya tersebut semakin parah di kedua kakinya.

Faktor ekonomi menjadi salah satu kendala kedua orang tua Rayna belum bisa maksimal mengobati penyakit kulit yang diderita anak bungsunya tersebut.

Menurut ibunda Rayna, Widaningsih, awal mula anaknya menderita Scabies terjadi sejak usia 4 bulan dengan gejala bentol kemerahan.

“Saat itu, saya berinisiatif membawa Rayna ke klinik, dan dokter menyarankan Rayna harus di bawa ke rumah sakit agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut supaya penyakitnya terdeteksi,” katanya.

Akibat keterbatasan biaya saat itu, ia baru bisa membawa Rayna pada saat usia 6 bulan ke rumah sakit. “Saya perlu dua bulan untuk mengumpulkan biaya agar Rayna bisa diperiksa ke rumah sakit,” ucapnya

Menurut Wida, dari hasil pemeriksaan dokter di rumah sakit, Rayna didiagnosa mengidap penyakit Scabies, dan harus melakukan berbagai tes kesehatan untuk memastikan penyebab penyakit tersebut.

“Dokter juga menyarankan agar Rayna melakukan pemeriksaan paru dan jantungnya, karena menurut dokter dari rumah sakit terdeteksi ada kelainan pada paru-paru dan jantung Rayna,” ungkapnya

Ia menambahkan, walaupun dokter dari rumah sakit menyarankan harus cek paru-paru dan jantung Rayna, namun sampai saat ini mereka belum bisa melakukan cek tersebut karena keterbatasan biaya.

“Sampai saat ini belum ada biaya untuk membantu memeriksa paru-paru dan jantung Rayna, sehingga penyakitnya pun makin bertambah parah khususnya di bagian kedua kakinya sampai mengeluarkan darah,” ucapnya

Lebih parahnya lagi, kondisi penyakit Rayna ini juga berdampak pada berat badannya yang saat ini hanya 6,7 Kg bahkan di usianya menginjak 2 tahun ini Rayna juga belum bisa jalan.

Wida menambahkan, sekalipun saat ini pengobatan Rayna dibantu BPJS Kesehatan, namun kami kesulitan untuk biaya operasional yang sekali berobat memerlukan uang tidak sedikit.

“Ayah Rayna hanya sebagai kuli bangunan yang penghasilannya pas-pasan dan kami mempunyai tiga anak yang masih sekolah. Sedangkan saya hanya bisa membantu semampu saya dengan bekerja sebagai buruh pembungkus bumbu dapur milik tetangga saya,” jelasnya.

Wida berharap, ada bantuan dari dermawan atau pemerintah untuk bisa membantu mengobati penyakit yang diderita oleh anak bungsunya tersebut.

“Tentunya sebagai orangtua saya sangat berharap ada bantuan dari dermawan atau pemerintah untuk bisa mengobati penyakit Rayna, agar anak bungsu saya ini bisa berobat ke rumah sakit besar, supaya penyakitnya bisa disembuhkan dan sehat seperti anak lain sebaya,” ujarnya.

Perlu diketahui, Scabies adalah penyakit kulit yang ditandai dengan gatal intens dan disebabkan oleh kutu kecil bernama sarcoptes scabiei yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang.

Penyakit gatal ini bereaksi kuat saat di malam hari. Tanda gatalnya dengan muncul pelinting-pelinting kecil atau seperti bentolan digigit nyamuk.

Namun pada scabies ini bentolannya sangat banyak dan berada di kulit-kulit tipis seperti sela-sela jari, pergelangan tangan, ketiak dan untuk laki-laki gatalnya di daerah kelamin.