Ragam

Mantan Menkes RI Angkat Bicara Terkait Program Makan Siang Gratis yang Diusung Capres Prabowo

×

Mantan Menkes RI Angkat Bicara Terkait Program Makan Siang Gratis yang Diusung Capres Prabowo

Sebarkan artikel ini
Menko Airlangga saat pelaksanaan Simulasi Makan Siang di SMPN 2, Curug, Tangerang, 29 Februari 2024. (Sumber: ekon.go.id)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Program makan gratis yang diusung oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran belakangan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Rencana anggaran sebesar Rp 15 ribu per anak setiap hari untuk program tersebut telah menarik perhatian banyak pihak.

Menyikapi hal ini, Menteri Kesehatan periode 2014-2019, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, memberikan tanggapannya terkait program tersebut. Menurut beliau, program makan gratis perlu dirancang secara cermat agar dapat berjalan efektif, terutama dalam meningkatkan gizi anak-anak.

Prof. Nila menyampaikan pendapatnya bahwa program makan gratis memang dapat memberikan manfaat, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Memberikan makanan yang cukup dapat meningkatkan energi anak-anak sehingga mereka lebih siap dalam menyerap pelajaran di sekolah.

Namun demikian, Prof. Nila juga menyoroti pentingnya jenis makanan yang akan disediakan dalam program ini. Beliau menekankan bahwa program tersebut harus memperhatikan risiko obesitas pada anak-anak. Mengingat tingginya angka kasus obesitas anak di Indonesia, hal ini menjadi perhatian serius.

“Program makan siang gratis sebaiknya memberikan perhatian khusus terhadap jenis makanan yang diberikan kepada anak-anak. Kita harus berhati-hati agar tidak meningkatkan risiko obesitas,” ujar Prof. Nila seperti dikutip dari laman CNBC Indonesia, Senin (04/3/2024).

Dalam pandangannya, Prof. Nila berharap bahwa menu makanan yang disediakan haruslah mengandung nutrisi yang seimbang dan berkualitas tinggi. Ia menegaskan bahwa makanan tersebut harus mengandung protein, karbohidrat, vitamin, mineral, serta buah-buahan.

“Tidak cukup hanya memberikan nasi dan mi goreng. Kita perlu memastikan keberadaan protein dalam menu tersebut,” tambahnya.

Dengan demikian, telur rebus dianggap sebagai salah satu opsi yang baik dalam menyediakan nutrisi yang cukup bagi anak-anak. Namun, Prof. Nila menekankan bahwa pemerintah perlu bertanggung jawab dalam memberikan panduan yang tepat terkait jenis makanan yang disediakan dalam program makan gratis ini.

Dengan perhatian yang tepat terhadap jenis dan kualitas makanan yang disediakan, program makan gratis Prabowo-Gibran diharapkan dapat menjadi langkah yang positif dalam menjawab tantangan gizi anak di Indonesia.