SUBANG, TINTAHIJAU.com – Dalam upaya untuk bersaing dengan WhatsApp Business dan Facebook Business, Telegram mengumumkan perluasan layanannya dengan memperkenankan pengguna untuk mengubah akun pribadi mereka menjadi akun bisnis.
Akun Telegram Business memberikan kemampuan bagi penggunanya untuk menampilkan informasi seperti jam operasional, lokasi, halaman beranda yang dapat disesuaikan, dan fitur lainnya.
Sepertu yang dimuat di laman Android Headlines dikutip Jum’at (5/4/2024), Telegram Business menawarkan fitur bisnis secara gratis kepada pengguna akun bisnis. Namun, untuk mengaktifkan fitur tersebut, diperlukan langganan Premium seharga USD 4,99 atau sekitar Rp 79 ribu (USD 1 = Rp 15.924).
Setelah berhasil memperoleh akun bisnis, pengguna dapat menggunakan fitur balasan cepat. Balasan cepat merupakan kode pendek yang telah dipersiapkan sebelumnya, yang dapat berisi teks, tautan, gambar, stiker, bahkan file PDF.
Sebagai contoh, sebuah lembaga pelatihan dapat dengan mudah mengirimkan jadwal atau brosur pelatihan dalam format PDF yang telah ditentukan sebelumnya. Saat ini, fitur Balasan Cepat hanya dapat diakses dalam obrolan pribadi dengan mengetik ‘/’ pada bilah pesan.
Untuk menyambut pengguna yang pertama kali menghubungi akun bisnis, Telegram Business menawarkan Pesan Ucapan Otomatis. Fitur ini mengirimkan balasan instan dengan pesan yang telah ditetapkan sebelumnya, bisa berupa informasi penting tentang bisnis, FAQ, atau pesan Away saat bisnis sedang tidak aktif.
Telegram Business mempermudah pemisahan pelanggan dengan memberikan fitur label untuk obrolan seperti Pengiriman, Umpan Balik, Pesanan, dan lainnya.
Dalam obrolan individu, pengguna dapat membuat tautan untuk berkomunikasi dengan bisnis. Tautan ini dapat digunakan di dalam ekosistem Telegram atau di luar aplikasi. Setiap tautan memiliki kemampuan pelacakan kinerja langsung.
Pengguna bisnis dapat menghubungkan bot Telegram untuk menjawab pesan atas nama pemilik. Bot tersebut dapat diintegrasikan dengan alat dan alur kerja yang sudah ada, bahkan dapat menambahkan asisten AI untuk mengelola obrolan tersebut. Jika diperlukan, pengguna dapat dengan mudah mengecualikan obrolan yang sensitif.
“Ini membuka era baru untuk Telegram Bots, kami mengundang para pengembang untuk menciptakan layanan baru yang akan membantu bisnis mengotomatisasi dan meningkatkan komunikasi mereka dengan pengguna Telegram,” kata Telegram.
Langkah Telegram dalam memperkenalkan Telegram Business merupakan strategi yang sangat penting bagi pendiri Telegram, Pavel Durov, untuk menarik lebih banyak pengguna dengan mengajak pelaku bisnis menggunakan chatbot yang didukung oleh kecerdasan buatan untuk meningkatkan layanan pelanggan. Telegram Business menjadi cara yang efektif untuk menerapkan beberapa praktik monetisasi terbaik.
Namun, Telegram tetap memiliki tantangan besar untuk mengejar 200 juta pengguna aktif WhatsApp Business. Model penghasilan Telegram Business terutama bergantung pada biaya langganan, sementara pesaingnya memiliki model penghasilan yang berbeda tergantung pada jenis percakapan yang terjadi.




