Megapolitan

Pegawai KAI Kembalikan Tas LV Berisi Uang dan Emas Senilai RP510 Juta ke Penumpang

×

Pegawai KAI Kembalikan Tas LV Berisi Uang dan Emas Senilai RP510 Juta ke Penumpang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penumpang KAI | Foto: KAI

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Menggunakan transportasi umum, seperti kereta api, seringkali menyisakan kisah barang milik penumpang yang terlupakan di dalam gerbong kereta atau lingkungan stasiun.

Peristiwa tersebut tak jarang terjadi, dan beragam penyebabnya mendasari, mulai dari kesibukan hingga kelebihan beban bawaan.

Pada masa-masa sibuk, terutama saat musim liburan atau puncak arus mudik seperti saat ini, stasiun kereta api menjadi sarang kepadatan. Fenomena ini mengakibatkan peningkatan kecerobohan yang menyebabkan penumpang kurang fokus dan barang bawaan menjadi korban.

Sebuah contoh terjadi di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng pada Minggu (7/4), di mana seorang petugas keamanan bernama Achmad Hidayatul Ikhsan menemukan seutas tas coklat milik seorang penumpang di area tunggu stasiun. Kejadian tersebut terjadi saat stasiun dipadati oleh calon penumpang karena momen Angkutan Lebaran tahun 2024.

Joni Martinus, VP Public Relations KAI, memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian tersebut. Seorang penumpang Kereta Api Sembrani, tujuan Semarang Tawang Bank Jateng menuju Gambir pada Minggu (7/4), melaporkan kepada petugas bahwa ia telah meninggalkan tasnya di area tunggu stasiun.

Dalam penanganan kejadian tersebut, petugas keamanan KA Sembrani segera bertindak dengan melaporkannya ke kantor pengamanan stasiun setempat untuk dilakukan penyisiran di lokasi yang dimaksud. Dengan keberhasilan petugas keamanan stasiun, barang berharga tersebut berhasil diamankan.

Tas tersebut berisi beragam barang berharga, termasuk emas batangan, mata uang asing, dan dokumen penting senilai Rp510 juta. Tas dan isinya kemudian dikirim ke Pos Pengamanan Stasiun Gambir dengan pengawalan khusus dan diserahkan kepada pemiliknya dengan selamat.

Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi serta integritas petugas keamanan KAI dalam menjalankan tugasnya. Namun demikian, KAI juga menegaskan bahwa tanggung jawab atas barang bawaan tetap menjadi urusan masing-masing penumpang.

Meskipun KAI telah menyediakan berbagai fasilitas keamanan, seperti petugas keamanan dan fasilitas pelaporan yang memadai, kesadaran dan kewaspadaan penumpang tetap diperlukan. Joni menegaskan bahwa meskipun tingkat keamanan yang diberikan KAI sudah baik, penumpang harus tetap waspada dan fokus dalam menjaga barang bawaannya sendiri.

Bagi penumpang yang kehilangan atau meninggalkan barang di dalam kereta atau stasiun, mereka dapat melaporkannya kepada petugas kondektur di atas kereta, petugas keamanan stasiun, atau melalui Contact Center KAI 121. Selama periode masa angkutan Lebaran 2024, KAI telah berhasil mengembalikan 132 barang kepada pemiliknya dengan estimasi nilai mencapai Rp 793.475.000.

KAI mengimbau agar penumpang tidak lengah terutama pada saat puncak arus mudik seperti ini. Mereka juga menyarankan agar penumpang membawa barang secukupnya dan menyatukannya dalam satu tempat, seperti koper atau ransel.

Kesadaran dan kewaspadaan dari seluruh pihak, baik dari KAI maupun penumpang, menjadi kunci untuk mencegah kehilangan atau peninggalan barang di dalam transportasi umum. Dengan kerjasama yang baik, pengalaman bepergian dengan transportasi umum dapat menjadi lebih aman dan nyaman bagi semua pihak.