SUBANG, TINTAHIJAU.com – Bawang bombai Vidalia memiliki keistimewaan yang membedakannya dari jenis bawang bombai lainnya, yaitu tidak menyebabkan mata perih saat dipotong. Bawang ini berasal dari wilayah Vidalia, Georgia, Amerika Serikat, dan memiliki sejarah serta proses penanaman yang unik.
Sejarah dan Asal Usul Bawang Bombai Vidalia
Nama Vidalia diambil dari wilayah tempat bawang ini pertama kali banyak dibudidayakan, yaitu di Vidalia, Georgia. Pada tahun 1931, seorang petani bernama Moses Coleman memanen bawang bombai yang ternyata lebih manis dari biasanya. Awalnya dianggap aneh, namun dalam beberapa dekade, bawang bombai Vidalia mulai disukai dan dipasarkan ke seluruh Amerika Serikat.
Proses Penanaman yang Unik

Bawang bombai Vidalia ditanam dengan cara yang berbeda dibandingkan bawang bombai lainnya. Penanaman dimulai pada musim gugur, tumbuh selama musim dingin, dan dipanen pada musim semi.
Kondisi penanaman ini, termasuk waktu, cuaca, tanah, dan air di wilayah selatan Georgia, memberikan rasa manis khas pada bawang bombai Vidalia. Tanah dengan kandungan sulfur yang lebih rendah serta hujan musim dingin yang melimpah berkontribusi pada rasa manis dan lembut bawang ini.
Tidak Membuat Mata Perih
Salah satu keunggulan utama bawang bombai Vidalia adalah kandungan sulfur yang rendah. Gas propanethial S-oxide yang biasanya dilepaskan saat bawang bombai dipotong, tidak banyak terdapat pada bawang bombai Vidalia.
Gas ini biasanya berubah menjadi asam sulfat ketika bersentuhan dengan air mata, menyebabkan iritasi pada mata. Dengan kandungan sulfur yang rendah, bawang bombai Vidalia tidak menimbulkan reaksi tersebut, sehingga lebih nyaman untuk dipotong dan digunakan dalam masakan.
Manfaat dan Kegunaan dalam Masakan
Bawang bombai Vidalia juga dikenal karena rasa manisnya yang alami, sehingga sering digunakan sebagai pengganti gula dalam masakan. Rasa manis yang lembut ini tidak mengganggu cita rasa masakan, melainkan menambah nilai nutrisi dengan kandungan vitamin C hingga 24.3 mg per 100 gram. Bawang ini sering digunakan dalam saus pasta berbasis tomat dan sebagai bahan dalam salad dressing.
Popularitas Berkat Film Shrek

Popularitas bawang bombai Vidalia semakin meningkat setelah muncul dalam film animasi Shrek. Dalam film tersebut, karakter Shrek mengungkapkan bahwa “bawang punya lapisan, raksasa punya lapisan,” yang kemudian dimanfaatkan oleh Komite Bawang Vidalia untuk mempromosikan produknya. Kesepakatan dengan Dreamworks Animation untuk menampilkan Shrek dalam pemasaran bawang Vidalia terbukti efektif, meningkatkan penjualan hingga 8 juta pound lebih banyak pada awal 2010.
Bawang bombai Vidalia bukan hanya sekadar bahan masakan, melainkan juga produk dengan sejarah menarik dan manfaat kesehatan yang signifikan. Dengan rasa manis yang khas dan tidak menyebabkan mata perih saat dipotong, bawang bombai Vidalia menjadi pilihan favorit di dapur banyak orang.