JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Baru-baru ini, dunia maya dihebohkan oleh seseorang yang menggunakan cairan infus sebagai toner untuk membersihkan wajah. Fenomena ini dengan cepat menjadi viral di media sosial, memicu berbagai tanggapan dan diskusi dari warganet.
Ahli Kulit Angkat Bicara
Menurut dr. Ismiralda Oke Putranti, seorang spesialis kulit dan kelamin di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Banyumas, Jawa Tengah, penggunaan cairan infus sebagai toner aman selama tidak terkontaminasi. “100 persen aman karena steril, yang membuat tidak steril kalau sudah terlanjur dibuka. Harus ada penutup khusus untuk menjaga kesterilannya,” jelas dr. Ismiralda pada Selasa (9/7/2024), dikutip dari Kompas.com.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh dr. Agnes Rosarina Prita Sari dari Departemen Dermatologi dan Venereologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ia menyatakan bahwa cairan infus bisa diaplikasikan ke kulit wajah, tetapi hanya infus jenis NaCl 0,9 persen.
Jenis-Jenis Cairan Infus
Perlu diketahui, terdapat dua jenis cairan infus utama: NaCl 0,9 persen dan ringer laktat. Kedua jenis infus ini memiliki komposisi yang berbeda. Infus NaCl hanya terdiri dari air dan natrium klorida, sedangkan infus ringer laktat mengandung natrium klorida, natrium laktat, dan kalsium klorida.
Agnes Rosarina menjelaskan bahwa fungsi utama cairan infus adalah untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang agar tetap terhidrasi, seperti halnya air. Oleh karena itu, cairan infus tidak berbeda dengan air bersih, hanya saja lebih steril. Penggunaan infus pada wajah tidak akan memberikan dampak yang signifikan selain membersihkan kulit.
Meskipun demikian, dr. Agnes mengimbau agar sebelum menggunakan cairan infus untuk perawatan wajah, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengurangi risiko iritasi. “Penggunaan NaCl disesuaikan kondisi kulit, harus ke dokter untuk melihat apakah kering, oily, normal, atau sensitif,” tambahnya.
Penggunaan cairan infus sebagai toner wajah memang menarik perhatian banyak orang di media sosial. Meski secara umum dianggap aman jika sterilisasi terjaga, penting untuk selalu berkonsultasi dengan ahli kesehatan kulit sebelum mencoba metode perawatan wajah yang tidak konvensional ini. Hal ini demi memastikan perawatan yang tepat sesuai kondisi kulit masing-masing individu dan mencegah efek samping yang tidak diinginkan.