Ragam

Mengatasi Post-Holiday Blues pada Anak: Panduan dari Psikolog

×

Mengatasi Post-Holiday Blues pada Anak: Panduan dari Psikolog

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Psikolog klinis anak lulusan Universitas Indonesia, Saskhya Aulia Prima, M.Psi, memberikan panduan bagi orang tua untuk membantu anak-anak mengatasi post-holiday blues.

Fenomena ini sering terjadi pada anak-anak setelah masa liburan usai dan mereka harus kembali ke rutinitas harian yang padat.

Gejala dan Penyebab Post-Holiday Blues

Post-holiday blues pada anak dapat menyebabkan gejala seperti kesedihan, mudah marah, ketakutan, dan kecemasan berkepanjangan. Gejala ini muncul akibat transisi mendadak dari suasana santai dan menyenangkan saat liburan ke rutinitas harian yang sibuk dan penuh tanggung jawab.

Strategi Mengatasi Post-Holiday Blues

Saskhya Aulia Prima, dalam wawancaranya dengan Antara pada Kamis (25/7/2024), memaparkan beberapa strategi efektif yang dapat diterapkan oleh orang tua untuk membantu anak-anak beradaptasi kembali dengan rutinitas sekolah:

  1. Mengembalikan Rutinitas Secara Perlahan
    “Pelan-pelan rutinitasnya kita dikembalikan, karena biasanya saat liburan urutan kegiatannya dari bangun pagi sampai menjelang tidur itu berbeda dengan waktu sekolah,” kata Saskhya. Mengembalikan rutinitas termasuk mengatur kembali jam istirahat dan bangun pagi secara bertahap agar anak tidak merasa terkejut dengan perubahan yang mendadak.
  2. Mendiskusikan Aspek-Aspek Menyenangkan dari Sekolah
    Mengajak anak berdiskusi tentang hal-hal menyenangkan di sekolah, seperti bertemu teman-teman atau kegiatan ekstrakurikuler favorit, dapat membantu meningkatkan semangat mereka untuk kembali ke sekolah.
  3. Menjaga Pola Makan Sehat dan Gaya Hidup Aktif
    Pola makan sehat dan gaya hidup aktif sangat penting untuk mendukung kesehatan fisik dan mental anak. Pastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup dan waktu bermain yang memadai.
  4. Menghabiskan Waktu Berkualitas Bersama
    “Quality time bareng anak ini bisa dilakukan dengan belanja. Ajak anak memilih sendiri keperluan sekolah agar bersemangat dan percaya diri dengan memiliki barang-barang sesuai kesukaannya,” tambah Saskhya. Aktivitas berbelanja bersama tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif. Anak-anak dapat belajar mengendalikan diri, membuat keputusan, menyusun prioritas, dan mendapatkan kesehatan mental yang lebih stabil.

Pentingnya Dukungan Orang Tua

Saskhya menekankan pentingnya peran orang tua dalam membantu anak-anak beradaptasi kembali ke rutinitas sekolah dengan lebih mudah dan positif. Dengan pendekatan yang tepat, orang tua dapat mengurangi dampak post-holiday blues pada anak dan membantu mereka menjalani hari-hari sekolah dengan lebih bahagia dan produktif.

Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan anak-anak dapat kembali ke rutinitas sekolah dengan lebih mudah dan tetap semangat menjalani aktivitas harian mereka.