Ragam

Waspada!, Makanan Ini Tidak Boleh Dicampurkan Saat Makan Mi Instan

×

Waspada!, Makanan Ini Tidak Boleh Dicampurkan Saat Makan Mi Instan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Mi instan memang menjadi salah satu makanan favorit banyak orang. Selain harganya yang terjangkau dan cara memasaknya yang praktis, mi instan juga hadir dengan berbagai rasa yang menggugah selera. Tak heran, banyak orang yang memilih mi instan sebagai menu makanan sehari-hari. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikombinasikan dengan mi instan?

Berikut beberapa kombinasi yang perlu dihindari:

1. Mi Instan dan Nasi

Kebiasaan mengonsumsi mi instan bersamaan dengan nasi adalah hal yang sering kita temui, terutama sebagai salah satu cara untuk membuat makanan terasa lebih kenyang. Namun, menurut ahli gizi Dr. Samuel Oetoro, mencampurkan mi instan dengan nasi putih bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Kedua makanan ini sama-sama mengandung karbohidrat, sehingga bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

“Mi instan sudah mengandung karbohidrat dari tepung yang diolah berulang, ditambah nasi putih yang juga kaya karbohidrat. Jika dikonsumsi bersama, gula darah akan cepat naik dan tubuh kekurangan zat gizi lain seperti protein, vitamin, mineral, dan lemak,” jelas Dr. Samuel Oetoro.

Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan gula darah. Oleh karena itu, jika Anda masih sering mengonsumsi mi instan dengan nasi, mulailah untuk menguranginya secara bertahap.

2. Mi Instan dan Telur Setengah Matang

Telur setengah matang sering dijadikan tambahan saat menikmati mi instan. Namun, konsumsi telur setengah matang bisa berisiko bagi kesehatan karena adanya bakteri salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pada saluran usus dan masalah serius seperti dehidrasi. Selain itu, kandungan avidin dalam telur setengah matang juga bisa memicu reaksi alergi seperti gatal-gatal dan gangguan pernapasan.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Dian Permatasari, menyarankan untuk memasak telur hingga matang saat ingin menambahkannya ke dalam mi instan agar lebih aman dikonsumsi.

3. Mi Instan dan Kerupuk

Kerupuk memang sering menjadi pelengkap yang menyenangkan saat makan mi instan. Namun, kandungan lemak dan kalori tinggi dalam kerupuk bisa menambah beban kalori yang masuk ke dalam tubuh. Ahli gizi Tan Shot Yen menjelaskan bahwa tiga buah kerupuk kaleng dapat mengandung lebih dari 400 kalori. Padahal, kebutuhan kalori harian orang dewasa di Indonesia rata-rata sekitar 2.000 kalori.

Kombinasi mi instan dan kerupuk dapat memperburuk pola makan dan memicu risiko kelebihan berat badan serta penyakit terkait lainnya, seperti obesitas dan masalah jantung.

4. Mi Instan dan Keju Cheddar

Keju cheddar sering ditambahkan ke mi instan untuk menambah cita rasa. Namun, keju cheddar mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Konsumsi lemak jenuh yang berlebihan bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh dan memicu risiko penyakit jantung.

Meskipun keju cheddar masih boleh dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, sebaiknya perhatikan asupan kalori harian Anda. Batasan konsumsi lemak jenuh harian adalah sekitar 10% dari total kalori yang dikonsumsi. Jika tidak diperhatikan, konsumsi berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Kesimpulan

Mi instan memang lezat dan praktis, namun penting untuk memperhatikan kombinasi makanan yang Anda konsumsi bersamanya. Hindari mencampur mi instan dengan nasi, telur setengah matang, kerupuk, atau keju cheddar dalam jumlah yang berlebihan agar kesehatan tetap terjaga. Pastikan juga untuk membatasi frekuensi konsumsi mi instan dan selalu imbangi dengan sayuran serta protein yang lebih sehat.