MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com –
Karna Sobahi – Koko Suyoko, diyakini merupakan calon yang paling siap dan sudah teruji saat nanti melenggang menuju pendopo Majalengka sebagai Bupati dan wakilnya.
Pasalnya, Karna Sobahi selama 3 periode berada di pucuk pimpinan sebagai Bupati Majalengka (1 periode) dan sebagai Wakil Bupati (2 periode) sehingga tidak diragukan telah banyak makan asam garam dalam mengelola pemerintahan Majalengka termasuk ratusan prestasi dalam bentuk penghargaan.
Pengalamannya yang patut diacungi jempol adalah, saat Karna Sobahi menjadi Bupati Majalengka dan dihantam Pandemi Covid 19 selama 2 tahun, selama itu pula Majalengka justru menjadi Kabupaten urutan kedua di Jabar sebagai Kabupaten yang stabil dari sisi ekonomi, artinya Karna Sobahi pemimpin yang bukan kaleng-kaleng saat ia kembali melanjutkan program-program pembangunan untuk Majalengka.
Begitupun saat ini, saat akan meluncurkan program unggulan KK, Karna Sobahi telah bertanya ke sejumlah ahli, rupanya ia tidak gegabah dan tidak Ngasal untuk mengaplikasikan kalimat Majalengka Bagja Raharja, yang akhirnya terangkum dalam Kartu Bagja Raharja.
Kartu yang berisi point point kebutuhan dasar rakyat, yang paling dibutuhkan rakyat, dan saat nanti ia memimpin Majalengka untuk periode kedua, maka Kartu bansos Bagja Raharja benar benar akan memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan untuk rakyat Majalengka.
Karna Sobahi menekankan rakyat tidak perlu khawatir, dari mana asal sumber dana bantuan Kartu bansos Bagja Raharja, karena jawabannya adalah dari rakyat yang selama ini dikumpulkan melalui berbagai sumber pajak.
“Saya narik pajak tiap tahun dari PBB, kendaraan, rumah makan, perdagangan dll, rakyat kena pajak, saya menegaskan Kepala Bapenda mengumpulkan pajak 600milyar/tahun.” Ujar Karna Sobahi saat melakukan kampanye terbatas di Desa Kawung Girang Kecamatan Majalengka, Rabu (23/10/2024).
“Kalau untuk jalan, jembatan, rutilahu, rehab puskesmas, bangunan sekolah itu dari pusat dan provinsi, nah yang 600 milyar ini untuk hak hak rakyat kartu Bagja Raharja plus RT RW, guru ngaji dan imam mesjid, linmas dan majlis taklim,” pungkasnya
reporter: echa rachmania





