Ragam

Apa Itu ‘Jam Koma’? Istilah Baru yang Ramai di Media Sosial

×

Apa Itu ‘Jam Koma’? Istilah Baru yang Ramai di Media Sosial

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Belakangan ini, istilah ‘jam koma’ menjadi viral di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan X. Banyak orang yang menyebutkan istilah ini saat menggambarkan kondisi kelelahan mental yang ekstrem. Ketika berada dalam kondisi ini, seseorang sering melamun, sulit berpikir jernih, tidak fokus ketika berbicara, dan bahkan sering melakukan kesalahan ketik. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan jam koma?

Menurut Taufiq Pasiak, seorang ilmuwan otak sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, istilah jam koma merujuk pada kondisi ‘brain fatigue’ atau ‘cognitive fatigue’. Kondisi ini lebih dikenal sebagai kelelahan otak. Dalam penjelasannya kepada Kompas.com (23/10/2024), Taufiq menyatakan bahwa “Di bidang kognitif dan neurosains, istilah ini merujuk pada kondisi di mana otak mengalami kelelahan yang luar biasa, bahkan bisa ekstrem.”

Seperti halnya organ tubuh lain, otak juga bisa mengalami kelelahan akibat penggunaan yang berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan kognitif, di mana kemampuan otak untuk berfungsi menjadi lebih lambat dari biasanya. “Gejalanya bisa berkisar dari gangguan kognitif ringan hingga berat. Otak akan terasa lambat dalam menjalankan fungsinya,” lanjut Taufiq.

Gangguan yang disebabkan oleh jam koma bisa berupa hilangnya konsentrasi dan fokus. Bentuknya bisa bervariasi, dari sedikit kehilangan fokus hingga benar-benar sulit berkonsentrasi. Misalnya, seseorang yang mengalami jam koma mungkin kesulitan merespons saat diajak berbicara atau saat menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Tidak jarang, mereka terlihat melamun dan lambat bereaksi.

Selain masalah konsentrasi, orang yang mengalami jam koma juga bisa merasakan kelelahan berlebih, mengalami gangguan tidur, kesulitan mengambil keputusan, dan bahkan berisiko menghadapi masalah kesehatan mental. Taufiq menegaskan bahwa “Kondisi ini bisa berkembang menjadi kelelahan mental yang lebih serius, bahkan berpotensi menimbulkan stres dan depresi.”

Menyadari adanya fenomena jam koma ini penting agar kita lebih bijaksana dalam mengatur waktu istirahat dan mengelola kesehatan mental. Dengan memberikan waktu istirahat yang cukup, kita bisa menjaga agar otak tetap berfungsi optimal dan menghindari kelelahan mental yang berlebihan.