SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Subang mengadakan Sosialisasi Sistem Pengukuran Reformasi Birokrasi Terintegrasi (SURAB).
SURABI ini diharpakna mampu memperkuat reformasi birokrasi dan mendorong pelayanan publik yang lebih berkualitas,
Kegiatan yang berlangsung di Aula BP4D Kabupaten Subang ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Asep Nuroni, serta tim ahli dari Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Barat.
Asep Nuroni dalam sambutannya menyampaikan bahwa aplikasi SURABI bukan sekadar alat ukur, tetapi merupakan bagian dari komitmen Pemda Subang untuk mewujudkan birokrasi yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang lebih efektif.
“Dengan aplikasi ini, kita tidak hanya mengukur kinerja birokrasi, tetapi juga memastikan setiap kebijakan yang diterapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Asep, Selasa 5 November 2024.
Kegiatan sosialisasi ini melibatkan 60 peserta, termasuk 30 perangkat daerah yang bertugas sebagai asesor dan operator aplikasi SURABI. Mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya aplikasi ini dalam mengukur dan memantau proses reformasi birokrasi di masing-masing perangkat daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, memberikan arahan pada peserta sosialisasi aplikasi SURABI di Aula BP4D Kabupaten Subang, Selasa (5/11/2024). Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Subang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, memberikan arahan pada peserta sosialisasi aplikasi SURABI di Aula BP4D Kabupaten Subang, Selasa (5/11/2024). Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Subang. (TIMENEWS.CO.ID/Deny Suhendar)
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga mengapresiasi pencapaian Kabupaten Subang pada tahun 2023 yang berhasil meningkatkan indeks reformasi birokrasi dari kategori “CC” menjadi “BB”, dengan kenaikan signifikan sebesar 12,83 poin.
Kabag Organisasi Setda Subang, Suangsih yang turut hadir dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat proses reformasi birokrasi.
Dia berharap pelaksanaan aplikasi SURABI dapat menghasilkan birokrasi yang lebih bersih, efisien, dan berdaya saing.
“Melalui reformasi birokrasi yang efektif, kami berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pembangunan nasional,” ungkap Suangsih.
Surabi, sebagai instrumen utama dalam mengukur keberhasilan reformasi birokrasi, diharapkan dapat menciptakan standar yang seragam di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Hal ini bertujuan untuk mempercepat transformasi birokrasi yang terpadu dan berdampak positif bagi masyarakat.





