Ragam

Sejarah Hari Ayah Nasional di Indonesia: Pengakuan Terhadap Peran Ayah dalam Keluarga

×

Sejarah Hari Ayah Nasional di Indonesia: Pengakuan Terhadap Peran Ayah dalam Keluarga

Sebarkan artikel ini
Hari Ayah Nasilonal
Hari Ayah Nasional | Foto: Ist.

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Selain Hari Ibu, masyarakat Indonesia juga memperingati Hari Ayah Nasional yang dirayakan setiap tanggal 12 November. Pada tahun 2024, Hari Ayah jatuh pada Selasa (12/11/2024).

Meskipun belum termasuk dalam daftar libur nasional menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang libur nasional dan cuti bersama 2024, peringatan Hari Ayah memiliki makna penting sebagai bentuk apresiasi terhadap peran seorang ayah dalam keluarga.

Lahirnya Hari Ayah Nasional

Hari Ayah Nasional pertama kali diperingati pada 12 November 2014. Inisiatif ini datang dari paguyuban Satu Hati, lintas agama dan budaya yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Organisasi ini meresmikan peringatan tersebut sebagai pengakuan atas peran penting ayah dalam membentuk karakter dan kesejahteraan keluarga.

Peringatan Hari Ayah bermula dari kegiatan PPIP yang mengadakan lomba menulis surat untuk ibu dalam rangka merayakan Hari Ibu. Pada akhir acara, banyak peserta yang bertanya mengenai lomba serupa untuk ayah. Saat itu, Indonesia belum memiliki agenda khusus untuk memperingati peran ayah. Melihat antusiasme dan pentingnya peran ayah dalam keluarga, PPIP merasa perlu mengadakan peringatan khusus bagi para ayah.

Deklarasi Hari Ayah Nasional

Upaya untuk menetapkan Hari Ayah Nasional dimulai ketika PPIP melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surakarta. Pada tanggal 12 November 2006, deklarasi Hari Ayah diadakan di Pendapa Gede Balai Kota Solo, Jawa Tengah. Acara tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang. Pada hari yang sama, deklarasi serupa juga digelar oleh anggota PPIP lainnya di Maumere, Flores, dan Nusa Tenggara Timur.

Deklarasi ini menjadi tonggak sejarah penetapan Hari Ayah Nasional di Indonesia, dengan peringatan resmi dilakukan setiap 12 November. Hingga kini, Hari Ayah Nasional terus diperingati sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi, kasih sayang, dan peran penting ayah dalam membina serta menjaga keharmonisan keluarga.

Menghargai Peran Ayah

Meski peringatan Hari Ayah belum dijadikan hari libur nasional, namun maknanya tidak kalah penting. Ayah, sebagai kepala keluarga, memegang peranan vital dalam memberikan rasa aman, cinta kasih, serta mendidik anak-anaknya. Peringatan Hari Ayah menjadi momen refleksi bagi masyarakat untuk mengapresiasi peran ayah dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya Hari Ayah Nasional, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya peran ayah dalam keluarga, sehingga tercipta hubungan yang lebih harmonis antara anggota keluarga. Peringatan ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan sebagai pengingat akan pengorbanan dan kasih sayang yang diberikan oleh para ayah.