SUBANG, TINTAHIJAU.com – Saat menjalani ibadah puasa, tubuh sering kekurangan cairan dan mengalami dehidrasi, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya panas dalam. Panas dalam ditandai dengan gejala seperti nyeri tenggorokan, bibir pecah-pecah, mulut kering, dan sariawan.
Meskipun kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya, gejalanya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat berpuasa. Selain itu, konsumsi makanan dan minuman tertentu dapat memperparah atau memperburuk gejala panas dalam.
Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat mengalami panas dalam:
1. Makanan Pedas
Makanan pedas menjadi salah satu yang harus dihindari saat mengalami panas dalam. Senyawa capsaicin dalam makanan pedas dapat memperparah iritasi di tenggorokan dan memperluas peradangan pada area yang sensitif. Selain itu, makanan pedas juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi, yang semakin memperburuk kondisi tubuh selama berpuasa.
2. Buah dengan Rasa Masam
Buah-buahan yang memiliki rasa masam, seperti jeruk dan lemon, sebaiknya dihindari saat panas dalam. Kandungan asam dalam buah-buahan ini dapat membuat tenggorokan terasa semakin perih dan tidak nyaman, sehingga memperparah gejala panas dalam.
3. Susu
Meskipun susu dikenal sebagai minuman yang menyehatkan, konsumsi susu saat mengalami panas dalam bisa memperburuk kondisi. Susu dapat merangsang produksi lendir di tenggorokan dan saluran napas, yang dapat membuat rasa tidak nyaman semakin meningkat. Selain itu, meskipun susu dingin terasa menyegarkan, efek ini hanya bersifat sementara. Setelahnya, tubuh justru bisa merasa lebih panas karena kandungan lemak dalam susu memerlukan proses pencernaan yang lebih lama, sehingga meningkatkan suhu tubuh.
4. Makanan yang Digoreng
Makanan yang digoreng memiliki tekstur kering dan berminyak, yang dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan. Hal ini membuat proses menelan menjadi lebih sulit, sehingga gejala panas dalam, seperti sakit tenggorokan atau bibir pecah-pecah, semakin memburuk. Oleh karena itu, sebaiknya hindari konsumsi makanan yang digoreng saat mengalami panas dalam.
5. Minuman Bersoda
Minuman bersoda juga sebaiknya dihindari karena kandungan karbonasinya dapat memperparah rasa gatal, perih, atau nyeri pada tenggorokan. Selain itu, minuman bersoda umumnya mengandung gula dalam jumlah besar, yang dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses pemulihan. Hal ini menyebabkan gejala panas dalam bertahan lebih lama.
Untuk mencegah dan meredakan panas dalam selama berpuasa, penting untuk menjaga asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Hindari makanan pedas, buah dengan rasa masam, susu, makanan yang digoreng, serta minuman bersoda agar gejala panas dalam tidak semakin parah.
Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi air putih, sayur, dan buah yang kaya akan kandungan air untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mempercepat pemulihan.





