Ragam

Dampak Buruk Konsumsi Protein Berlebihan bagi Kesehatan

×

Dampak Buruk Konsumsi Protein Berlebihan bagi Kesehatan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com — Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam menunjang berbagai fungsi tubuh. Nutrisi ini membantu membentuk otot, memperbaiki organ tubuh, dan memperkuat tulang. Namun, meskipun penting, konsumsi protein yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan tubuh.

Kebutuhan protein harian setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia, jenis kelamin, serta tingkat aktivitas fisik. Asupan protein yang melebihi kebutuhan tubuh dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa dampak buruk konsumsi protein berlebihan yang perlu diwaspadai:

1. Kenaikan Berat Badan

Diet tinggi protein sering dikaitkan dengan penurunan berat badan dalam jangka pendek. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, protein yang tidak digunakan oleh tubuh akan disimpan sebagai lemak, yang pada akhirnya justru menyebabkan kenaikan berat badan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Clinical Nutrition Journal pada 2016 menunjukkan bahwa menggantikan karbohidrat dengan protein dalam jumlah besar dapat meningkatkan berat badan dalam jangka panjang.

2. Dehidrasi

Konsumsi protein yang melebihi kebutuhan tubuh dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Hal ini terjadi karena metabolisme protein membutuhkan lebih banyak air untuk membuang zat sisa melalui ginjal. Studi yang diterbitkan dalam Journal of the American Dietetic Association pada 2006 menyebutkan bahwa atlet yang mengonsumsi protein dalam jumlah besar mengalami peningkatan risiko dehidrasi. Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga kecukupan cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi.

3. Meningkatkan Risiko Kerusakan Ginjal

Asupan protein yang berlebihan juga dapat membebani ginjal, terutama bagi individu yang memiliki masalah ginjal sebelumnya. Studi dalam Journal of the American Society of Nephrology pada 2020 menunjukkan bahwa diet tinggi protein dapat memperburuk kondisi penderita penyakit ginjal kronis. Meski demikian, bagi individu dengan ginjal yang sehat, efek ini cenderung tidak terjadi, tetapi tetap perlu diwaspadai.

4. Masalah Pencernaan

Diet tinggi protein yang membatasi konsumsi karbohidrat sering kali rendah serat, yang dapat menyebabkan sembelit. Selain itu, konsumsi berlebihan produk susu atau makanan berlemak dapat menyebabkan diare, terutama bagi individu yang tidak toleran laktosa. Oleh karena itu, sebaiknya tetap mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kesehatan pencernaan.

5. Bau Mulut

Diet tinggi protein, terutama yang membatasi karbohidrat, dapat menyebabkan kondisi yang disebut ketosis. Dalam proses ini, tubuh menghasilkan senyawa kimia tertentu yang berbau tidak sedap, sehingga menyebabkan bau mulut. Bau ini sulit dihilangkan meskipun sudah menjaga kebersihan mulut dengan baik.

6. Peningkatan Risiko Kanker

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein yang berasal dari daging merah dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risiko kanker, seperti kanker usus besar, payudara, dan prostat. Kandungan hormon, senyawa karsinogenik, serta lemak dalam daging merah diduga menjadi penyebab utama. Untuk mengurangi risiko ini, disarankan mengonsumsi sumber protein lain, seperti ikan dan kacang-kacangan, yang lebih sehat.

7. Penyakit Jantung

Diet tinggi protein yang berfokus pada konsumsi daging merah dan produk susu tinggi lemak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Kandungan lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan tersebut dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Studi pada 2010 menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan produk susu penuh lemak meningkatkan risiko penyakit jantung pada wanita. Sebaliknya, konsumsi protein dari ikan, unggas, dan kacang-kacangan justru dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

Protein merupakan nutrisi yang sangat penting bagi tubuh, tetapi harus dikonsumsi dalam jumlah yang seimbang. Konsumsi protein yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kenaikan berat badan, dehidrasi, masalah pencernaan, hingga meningkatkan risiko penyakit serius seperti kanker dan penyakit jantung. Oleh karena itu, penting untuk mengatur asupan protein sesuai dengan kebutuhan tubuh dan memilih sumber protein yang lebih sehat untuk menjaga kesehatan jangka panjang.