Ragam

Mengapa Kita Rentan Sakit saat Musim Pancaroba? Ini Penjelasan Ahli

×

Mengapa Kita Rentan Sakit saat Musim Pancaroba? Ini Penjelasan Ahli

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Sakit Batuk (ist)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Musim pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim, yaitu dari musim hujan ke musim kemarau. Di periode ini, cuaca cenderung tidak menentu—kadang panas terik, namun tiba-tiba berubah menjadi hujan deras. Kondisi seperti ini kerap membuat banyak orang mengalami gangguan kesehatan seperti flu, batuk, demam, atau sakit kepala, meskipun pada musim lainnya mereka jarang jatuh sakit.

Menurut dr. S. Dian Rachmawati, SpGK, dalam webinar Halodoc bertajuk “Early Access for Healthy Lifestyle with Halodoc and Re-juve” yang digelar pada Kamis (8/5/2025), fenomena ini berkaitan dengan proses adaptasi tubuh yang terganggu akibat perubahan cuaca yang terlalu cepat. “Dalam musim pancaroba, ada beraneka perubahan mendadak. Terkadang saat keluar rumah panas, tapi tiba-tiba nanti turun hujan lebat. Atau dari hujan deras, tiba-tiba panas banget. Terkadang, (tubuh) kita enggak bisa bersiap-siap,” jelasnya.

Tubuh secara alami akan mencoba menyesuaikan diri dengan perubahan cuaca yang terjadi. Namun, ketika perubahan itu berlangsung sangat cepat dan terus-menerus, tubuh harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi. Proses adaptasi ini membutuhkan energi dan koordinasi antarsistem tubuh, termasuk sistem imun. Bila kebutuhan energi dan nutrisi tidak terpenuhi, maka daya tahan tubuh bisa menurun dan risiko terserang penyakit pun meningkat.

Dian menekankan pentingnya asupan nutrisi yang memadai selama musim pancaroba. “Perlu dijaga dengan nutrisi yang cukup. Sedangkan, kita dengan kesibukan kita, banyak dari segi nutrisi tidak tercukupi,” ungkapnya. Kekurangan nutrisi dapat melemahkan sistem imun, sehingga tubuh lebih rentan terhadap penyakit umum hingga kondisi yang lebih serius seperti heat stroke, alergi, demam berdarah, dehidrasi, dan gangguan pencernaan seperti diare.

Untuk menjaga kesehatan, sangat penting memenuhi kebutuhan makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) serta mikronutrien (vitamin dan mineral). “Ketika akhirnya terkena infeksi penyakit, kecukupan nutrisi juga membantu mempercepat proses pemulihannya,” tambah Dian.

Dengan menjaga pola makan seimbang dan memperhatikan asupan nutrisi, tubuh akan lebih siap menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di musim pancaroba. Selain itu, menjaga kebugaran tubuh dan menerapkan gaya hidup sehat juga menjadi kunci penting agar tetap sehat dan produktif di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.