SUBANG, TINTAHIJAU.COM- DPRD Subang akan mempercepat Pembahasan APBD Perubahan 2025 untuk menjawab harapan dan Kebutuhan masyarakat.
Ketua DPRD Subang Victor Wirabuana menegaskan Pembahasan APBD Subang sudah mulai bergulir pada pertengahan Juni mendatang. Victor berharap di akhir Juni Pembahasan APBD Perubahan sudah rampung.
“Sepertinya pertengahan Juni ya, bulan Juni kita dimaksimalkan, karena ini kebutuhan masyarakat banyak ya, tentunya kami tidak akan lah memperlambat proses,” kata Victor.
Politisi Golkar itu meminta publik untuk bersabar. Mengingat, semua kegiatan pemerintahan harus memiliki payung hukum. Di bagian lain, dalam proses Pembahasan regulasi, ada tahapan yang harus ditempuh. Sehingga Pembahasan membutuhkan waktu tidak sebentar.
Namun demikian, Victor memahami kebutuhan publik terkait masalah jalan. Menurutnya, hadirnya jalan mulus menjadi harapan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Subang.
“Masyarakat bersabar dulu, kami sedang perjuangkan, tidak hanya jalan tapi masalah lainnya seperti seragam sekolah gratis. Momennya kan tepat ya, bulan Juli,” katanya.
Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (BP4D) Subang menyebut ada 195.99 Km ruas jalan di Kabupaten Subang kondisinya rusak berat.
Sebagai gambaran, panjang jalan Kabupaten 1.163 kilometer. Dari total panjang tersebut, sekitar 16,84% atau sepanjang 195,99 kilometer kondisinya rusak berat.
Untuk memperbaiki memperbaiki seluruh akses jalan yang rusak di Kabupaten Subang dibutuhkan dana Rp1,058 Triliun.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita mengajak seluruh komponen yang ada di Kabupaten Subang untuk ikut menyukseskan rencana pembangunan jalan yang menjadi program prioritasnya di 2 tahun awal dirinya menjabat sebagai Bupati Subang.
Rey menegaskan, hari ini kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Subang sedang tidak baik-baik saja. Bahkan dirinya banyak menerima komplain dari masyarakat tentang kondisi jalan di Kabupaten Subang.
“Saya mengajak semuanya agar mulai hari ini selama 2 tahun ini kita maksimalkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur. Masyarakat hanya ingin jalan mulus, hanya inyin akses ke fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan bagus,” kata Rey saat Musrenbang tingkat Kecamatan di Aula Kecamatan Binong pada 8 Maret lalu.





